Seluruh Perusahaan Tambang di Kota Sawahlunto Sudah Bersertifikat CnC

TABLOIDBIJAK.COM ( Sawahlunto) Pengusaha tambang batu bara Kota Sawahlunto H. Jhon Reflita membantah tudingan Lembaga Infestigasi Badan Penyelamat Aset Negari (LI LAPAN) Sumatera Barat yang menyebut sebanyak 12 perusahaan tambang batu bara di Kota Sawahlunto bermasalah dengan pajak.

Menurut Jhon Reflita, seluruh perusahaan tambang di Kota Sawahlunto sudah memiliki sertifikat Clean & Clear ( CnC) dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak tahun 2017 silam.

Ia mengatakan, tidak mudah mendapatkan izin tambang berstatus clean & clear

Untuk bisa mengantongi status CnC, ada beberapa kriteria sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (2) Permen ESDM, yang harus dipenuhi oleh pemegang IUP.

Para pemegang IUP juga harus melaporkan tahapan kegiatannya agar bisa mendapatkan status CnC. Tak hanya itu, dokumen lingkungan yang telah disahkan oleh instansi berwenang juga menjadi syarat yang harus dipenuhi.

” Terkait dengan administrasi finasial, pemegang IUP Eksplorasi harus memiliki bukti setoran iuran tetap sampai dengan tahun terakhir saat penyampaian. Bagi pemilik IUP Operasi, juga harus ada bukti penyetoran royalti,” jelas Jhon Reflita pemilik perusahaan tambang CV Bara Mitra Kencana (BMK) Kota Sawahlunto, Jumat (24/7)

Humas PLN UPK Ombilin Ahmadi menjelaskan, kontrak kerjasama pemasok batu bara di Kota Sawahlunto langsung dengan PLN Pusat di Jakarta.

” Kami di unit hanya terima batu bara dan buat laporan kwalitasnya ke Induk sebagai syarat bayar. Setau kita semuanya C & C karena sebelum dibayar PLN Pusat pasti verifikasi seluruh kelengkapan data ADM-nya. Jika ada yang kurang sedikit saja tidak bakal bisa dibayarkan.

Apalagi urusan Pajak PLN pusat langsung ngelink ke kantor pajak. Tidak mungkin bisa lolos verifikasi kalau masih ada kendala,” jelas Ahmadi

Sebelumnya, Zainal Abidin, Wakil Ketua (Li Lapan) mengaku memiliki data tentang 12 perusahaan tambang di Sawahlunto bermasalah dengan perpajakan.. (swl01)