16 Unit Kendaraan Bermotor Masih Diparkir di Polres Pasaman

TABLOIDBIJAK.COM (Pasaman)—–Sebanyak 16 unit kendaraan bermotor roda dua masih diparkir di kantor Satlantas Polres Kabupaten Pasaman.Ke-16 kendaraan roda dua itu merupakan barang bukti tilang dan kecelakaan lalulintas sejak 2016-2019 lalu.

AKP Bezaliel Mendrofa, Kasat Lantas Polres Kabupaten Pasaman mengatakan,16 kendaraan roda dua tersebut belum diambil oleh pemiliknya hingga kini,semua sepeda motor tersebut diamankan dari serangkaian razia disejumlah lokasi serta barang bukti lalakalantas. “16 unit itu terdiri dari BB tilang 9 unit dan BB maupun BB Lantas 7 unit. Itu BB sejak 2016 sampai 2019,” kata Kasat Lantas, Selasa (21/1).

Satlantas Polres Pasaman mengancam akan melakukan pelelangan atau pemusnahan terhadap barang bukti kendaraan roda dua tersebut, jika sampai dua bulan ke depan belum juga diambil oleh pemiliknya. “Kita memberikan batasan waktu pengambilan barang bukti,jika sampai akhir Maret 2020, belum diambil juga, BB tersebut kita lelang atau dimusnahkan dan tentunya kita akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan,” tukasnya.

Bagi warga yang merasa memiliki kenderaan bermotor tersebut, Kasatlantas menghimbau segera diambil di Satlantas Polres Pasaman di Lubuksikaping.Dengan cara menunjukkan STNK dan BPKB sebagai administrasi Ranmor tersebut

Bagi yang merasa sebagai pemilik kendaraan roda dua segera diambil. Bawa administrasi ranmor, berupa STNK dan BPKB,datang dan koordinasi dengan Baur Tilang Satlantas Polres Pasaman,” jelas AKP B Mendrofa.

AKP Mendrofa mengatakan,ada beberapa kemungkinan BB ranmor roda dua tersebut tidak diambil pemiliknya sampai sekarang. Diantaranya,tidak dapat menunjukkan surat kendaraan dan surat kepemilikan Ranmor, STNK dan BPKB hilang, terbakar, atau sudah digadaikan.

Berikutnya, kondisi Ranmor sudah tidak layak lagi digunakan (rusak berat) akibat kecelakaan, masih ada kewajiban (hutang) terhadap pihak lembaga pembiayaan (lessing). Terakhir, pemilik Ranmor sudah meninggal dunia, mutasi atau pindah ke daerah lain.

“Bisa jadi itu alasannya, sehingga pemilik BB ranmor enggan mengambilnya lagi ke Kantor Satlantas,” pungkas AKP Bezaliel Mendrofa.(Fauzan)