Kabid Kesmas Padang Pariaman Nurhayati : Stunting Penyakit Membahayakan Kehidupan Anak

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)— Kepada Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Nurhayati,S.SiT.MARS mengatakan, penyakit yang sangat ditakutkan adalah stunting.

Hal itu disampaikan Nurhayati, dalam suatu percakapan khusus pada salah satu rumah makan ternama di Kota Pariaman, Senin ((6/7/2020) di dampingi Kabag Humas Pemda Pariaman, Anton Wira Tanjung.

Dijelaskan, Stunting  adalah kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Kemudian pemerintah melalui  SK Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor Kep.42/M.PPN/HK/04/2020 tentang penetapan Kabupaten Lokus Stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman Yutiardi menugaskan Kepala Bidang Kesmas,Kasi Kesga Gizi, Pengelola program serta program-program  terkait untuk berkoordinasi dengan OPD terkait di lingkungan Pemda Padang Pariaman.

Gana mempersiapkan kegiatan aksi konvergensi stunting ditingkat nagari,  sebagai tahap awal.  Kepala Bidang Kesmas mengadakan Pertemuan Zoom meeting internal sosialisasi program Kesmas di Bidang Kesmas dengan peserta Kepala Puskesmas se Kab.padang Pariaman, pengelola program. (Kesga Gizi, Kesling Dan Promkes), Puskesmas.

Disampaikan Nurhayati, tujuannya untuk menyamakan persepsi semua pengelola program dalam upaya pencegahan stunting di Periode 1000 HPK,  melalui kegiatan intervensi yang terintegrasi.

Lebih jauh disampaikan perempuan yang akrab disapa dengan Nila itu, kegiatan ini dilanjutkan dengan sosialisasi Tahapan Aksi Konvergensi Stunting dan tupoksi Rumah Desa Ke Nagari-Nagari  dimana disetiap nagari sudah Dibentuk Tim Rumah Desa Sehat  dan Kader Pembangunan Manusia yang akan bertugas dalam pelaksanaan upaya pencegahan stunting melalui aksi konvergensi stunting tingkat Nagari, yang Diwali dengan pemetaan data sasaran 1000 HPK oleh KPM Dan Dilanjutkan kegiatan Rembut Stunting

Menurut Nila, Rumah Desa Sehat itu sudah di bentuk dan di SK pada Akhir tahun 2019 lalu.  Sehingga sngat diperlukan Sosialisasi Tupoksi RDS ini Ke seluruh nagari-nagari  di Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan Sosialisasi ini sudah mulai dilakukan pada beberapa Nagari.

Antaranya Nagari-Nagari  Dimana Kecamatan Ulakan Tapakis,  Nagari Sehat III Koto Aur Malintang Selatan Dan Wali Nagari Lareh Nan Panjang Selatan Kecamatan VII Koto juga meminta Dinkes untuk sosialisasi dan Pendampingan Tim Rumah Desa Sehat (RDS) sebelum diadakan rembuk stunting..

“Saya dalam bekerja menlaksanakan program ini didampingi Kasi Kesga Gizi Adriwasti dan Masro.Amd.Keb.SKM serta  pengelola Gizi Kabupaten Padang.Pariaman Ferawati.S.Gzn,” ujar perempuan kelahiran VII Koto ini.

Nila juga mengimhimbau seluruh masyarakat Padang Pariaman, untuk berupaya hidup bersih dan sehat dan makan yang bergizi, Kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1.000 Hari Pertama Kelahiran).

“ Nah lalu apa penyebabnya? Hal ini karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani,” tukuk perempuan yang mengaku punya suami polisi ini  (aa)