Catatan Martias Sarjanny: Coretan Kecil Sisi Pendidikan Indonesia 2020 Bingung….

MUNGKINKAH itu yang banyak ada dalam pikiran orang tua. Betapa tidak. Dulu, semasa mereka masih menjadi seorang anak dan belum menjadi orang tua, orang tua mereka selalu mengatakan…rajin-rajin sekolah agar kelak menjadi orang pintar. Saat meraka sekarang menjadi orang tua nasehat yng sama juga disampakan kepada anaknya.

Bukan itu saja, mereka bahkan mengantarkan anaknya ke sekolah dan selalu mengingatkan tugas atau PR anaknya. Dia takut dan cemas anaknya nanti ketinggalan pelajaran dan jadi bodoh yang melebihi ketakutan anaknya. Ya. Mereka menginginkan anaknya disekolah menjadi pintar dan berprestasi.

Dia bersyukur sekali saat anaknya lulus dengan nilai yang tinggi. Tapi dia kecewa saat mendaftarkan anaknya ke sekolah anaknya tidak diterima disekolah tersebut bukan karena nilai jelek tapi karena faktor umur. Aturan dunia pendidikan Indonesia tahun 2020 telah membatasi umur anak yang mau melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Aturan yang sangat membingungkan yang dulu- dukunya tak pernah ada.

Adakah aturan ini disosialisasikan sebelumnya.? Kalau umur yang jadi faktor untuk menentukan anak melanjutkan aekolah berarti kepintaran anak tak perlu lagi jadi acuan pendidikan….tidak perlu pintar disekolah. Yang penting umur cukup tua….

Hmmmm….. !!!! Entahlah. Mudah2an peraturan ini bisa dikaji ulang kembali. Kalau untuk anak masuk TK atau SD…kita mungkin setuju.. tapi untuk tingkat Menengah..atau SMP misalnya…ini perlu dikaji ulang. Anggota Dewan terhormat, terutama diingkat pusat, agar memanggil Mendiknnas dan mempertanyakan aturan yang sangat merugikan anal didik dan mengecewakan banyak orang tua. …
Salam Pendidikan…