Pimpinan Kantor Hukum Guber Kelpa Ferry Indria Nugrah, Somasi PT. Japfa Putuskan Kerjasama Sepihak

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)—Kantor Hukum Guber Kelpa Pimpinan Ferry Indria Nugrah, SH sampaikan somasi kepada PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Poultry Breeding Division Unit Breeding Fam 2X11 Kayu Tanam, tanggal 22 Juni 2020 dengan surat Nomor : 014/KH-GK/VI/2020 Dengan Pokok Surat Somasi II (Terakhir).

Ferry Indria Nugrah, SH dalam percakapan dengan media Sabtu (4/7/2020) mengatakan, somasi ini adalah atas Kuasa yang diberikan oleh Kliennya sebanyak 18 orang warga Korong Tarok Nagari Kapalo Hilalang Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat.

Menuru Ferry kliennya adalah sebagai pemegang surat perjanjian usaha, tertanggal 21 Juli 2012 di Padang dengan pihak PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Poultry Breeding Division Unit Breeding Fam 2X11 Kayu Tanam, terkait Supplier Serutan atas nama Bambang Hermanto Cs.

Lebih jauh disampaikan Ferry, bahwa kliennya masih memegang Surat Perjanjian Usha yang diatur dalam Pasal 1320-BW, dan bukti kerjasama tersebut, masih tetap berkelanjutan melalui 2 orang Suplayer pengadaan serutan kayu (wwd shapping) yakni, Usaha Dagang (UD) Maju Jaya Supplier Serutan dan Jasa Angkutan dengan Pimpinannya Erizon.

Dan Kelompok Usaha Bersama Supplier Serutan Kayu dan Jasa Angkutan dengan Pimpinan Imbron Handoko dan keduanya adalah pengusaha asli Anak Nagari Kapalo Hilalang Korong Tarok, sekaligus dimana perusahaan Supplayernya beralamat di Jalan Lubuk Bonta, Korong Tarok Nagari Kapalo Hilalang.

Ditambahkan Ferry, bahwa kerja sama telah berlangsung semenjak tahun 2012 serta berjalan dengan baik dengan memperhatikan dan berpegang pada tata dan ketentuan perusahaan yang dietapkan oleh PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Poultry Breeding Division Unit Breeding Fam 2X11 Kayu Tanam.

Berawal dari Surat PerjanjianKerjasama 2 Suplayer Anak nagari Kapalo Hilalang Korong Tarok tersebut, telah membuka kesempatan usaha bagi warga masyarakat dan menggeliatnya perekonomian warga khususnya warga Korong Tarok Nagari Kapalo Hilalang.

Sehingga mulai banyak berdiri gudang-gudang dan mesin-mesin serutan kayu yang memproduksi serutan kayu, milik warga dan penyalurannya melalui Imbron Handoko dan Erizon dengan tetap mematuhi protokol dan tata ketentuan perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Poultry Breeding Division Unit Breeding Fam 2X11 Kayu Tanam.

Masih menurut Ferry, secara tiba-tiba dan mendadak, hanya melalui sebuah pesan WahtsApp yang dikirimkan kepada nomor WA salah seorang klien Imbron Handoko tertanggal 2 Juni 2020 oleh salah seorang yang menyebutkan dari Pimpinan PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Poultry Medan.

Kemudian oleh Pimpinan PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Poultry Breeding Division Unit Breeding Fam 2X11 Kayu Tanam, secara langsung dan seketika tanpa pemberitahuan resmi dan sosialisasi terlebih dahulu menyampaikan bahwasanya PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk tidak lagi menerima produksi wood shapping namun merubahnya dengan kayu serutan gelondongan dari klien Ferry dengan alasan pihaknya sudah memprodoksi wood shapping sendiri.

“Akibbat pemutusan hubungan kerjasama sepihak, merugikan kepada Klien  kami,” ucap Ferry

Pimpinan PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Poultry Breeding Division Unit Breeding Fam 2X11 Kayu TanamFahmi Fattorrahman ketika dicoba konfirmasi melalui pesan pada WahtsApp nya ada jawaban. Ketika dicoba menelpon Senin (6/7/2020) tidak ada mengangkat, walau pun ada nada masuk. (aa)