BPBD Kabupaten Padang Pariaman Dalam Melaksanakan Program Kegiatan Libatkan Semua Unsur Pemangku Kebecanaan

TABLOIDBIJAK.COM (Padangpariaman)—–Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Budi Mulya, ST. M.Eng menuturkan. Lembaga yang dipimpinnya, selama tahun 2018 s/d 2019 telah melaksanakan Program Penanggulangan Bencana di wilayah Kabuapaten Padang Pariaman, dengan melibatkan seluruh unsur pemangku kebencanaan.

Hal itu disampaikan Budi Mulya, Kamis (2/7/2020) dalam bincang-bincang di ruang kerjanya di komplek TK Model Nagari Limapto Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Kabupaten Padang Pariaman.

Laki-laki kelahiran Padang ini, bulan Juli merupakan hari kelahirannya. Tepatnya, tanggal 2 Juli 1977. Sejalan hari ulang tahunnya, Budi Mulya, mengatakan wilayah Kabupaten Padang Pariaman merupakan daerah memiliki potensi ancaman bahaya bencana cukup lengkap, karena geografis wilyahnya, terdiri dari daerah pesisir pantai, perbukitan, aliran sungai, pergunungan api (Gunung Aktif Tandikat).

Menurut alumni Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada ini, wisuda tahun 2010 ini, menjelaskan, Kabupaten Padang Pariaman selalu dijuluki Supermarket/Estalasenya Bencana di Sumatera Barat, ditambah lagi sejarah kejadian bencana terjadi dan memporakporandakan Kabupaten Padang Pariaman, kejadian Gempa Bumi tahun 2009 lalu.

Laki-laki yang berperawakan agak pendiam ini, alang kepalang agak gerogi juga apabila berbicara dengannya. Akan tetapi, apabila mengetahui seni berkomunikasi dengan Budi Mulya, ternyata dia orang yang suka berbicara bukan pendiam.

Budi Mulya, dalam kisah perjalanan karirnya sebagai Aparatur Sipil Negara ( ASN) mempunyai nasib baik diberikan amanah memangku jabatan Kepala Badan Penangulangan Bencana daerah (BPBD) dengan pangkat sekarang Pembina Tk I(IV/b).

Ditambahkan wilayah Kabupaten Padang Pariaman merupakan daerah memiliki ancaman serius terhadap Bahaya Tsunami bersumber dari Gempa Bumi Megathrust Mentawai dimana titik Megathrust Mentawai tersebut berada tegak lurus di depan Wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

Kata Budi Mulya, tantangan dalam melaksanakan Program Penanggulangan Bencana di Wilayah Kabupaten Padang Pariaman adalah kondisi masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana tersebut sampai mencapai ± 60%. Tentu dalam hal ini, menjadi suatu tentangan bagi pemerintah daerah terutama bagi OPD BPBD dalam melaksanakan Program Penanggulangan Bencana terutama Kegiatan Mitigasi Bencana kepada masyarakat.

Kegiatan Mitigasi Bencana yang dilaksanakan selama tahun 2018 dan 2019 oleh BPBD adalah Mitigasi Bencana Berbasis Non Struktural dan Mitigasi Bencana Berbasis Struktural.

Mitigasi Bencana Berbasis Non Struktural yang telah dilaksanakan seperti Simulasi evakuasi bencana di sekolah di sepanjang pesisir pantai kab padang pariaman, Simulasi evakuasi bencana Rumah sakit Padang Pariaman di Parit Malintang, Simulasi evakuasi bencana di seluruh puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman.

Rapat Koordinasi Kebencanaan Tingkat Kabupaten Padang Pariaman (dihadiri oleh Kodim, polres, asiten bupati, staf ahli bupati, kepala OPD, Camat, Wali nagari, seluruh komunitas kebencanaan, para pakar kebencanaan dari Perguruan tinggi, dll (satu satunya kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat melaksanakan rapat koordinasi tingkat kabupaten),

Disamping itu Jambore Pengurangan resiko bencana (Juga satu satu nya kabupaten/kota yang melaksanakan di prov sumatera barat), penyusunan dokumen Kajian Resiko Bencana (KRB) dan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Kabupaten Padang Pariaman, penyeberluasan papan informasi rawan bencana, pelayanan pusat layanan call centre kebencanaan bebas pulsa (CALL CENTRE 112)

Disampaikan Budi Mulya, untuk kedaaan darurat bencana (Kabupaten Padang Pariaman merupakan satu satunya kabupaten/kota yang memiliki call centre kebancanaan bebas pulsa di Prov Sumatera Barat), apel siaga bencana 1 x 4 bulan, cooffe morning dengan seluruh pemangku kebencanaan yg dilaksanakan 1 x dua bulan, dan lain sebagainya.

Mitigas Bencana Berbasis Struktural yang telah dilaksanakan dengan menjalankan fungsi Koordinasi dengan Instansi teknis terkait seperti BWSS V Kementrian PUPR dan Dinas PSDA Prov. Sumbar, dengan kegiatan : penangan darurat abrasi pantai Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakis, penanganan darurat abrasi Pasir Baru Kecamatan Sungai Limau.

Adalagi penanganan darurat normalisasi dan perbaikan tebing sungai Batang Anai di Nagari Anduring Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, penanganan darurat jembatan batang kalu kec 2 x 11 kayu tanam, penanganan darurat sungai batang nareh di kec V koto kampung dalam, pengamanan tebing sungai batang kalu kec 2 x 11 kayu tanam, dan lain sebagainya.

Inovasi BPBD Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2018 – 2019
BPBD Kabupaten Padang Pariaman, selama tahun 2018 dan 2019 telah melaksanakan inovasi, seperti Pusat layanan call centre kebencanaan bebas pulsa (CALL CENTRE 112) untuk kedaaan darurat bencana (BPBD kabupaten padang pariaman merupakan satu satunya yang memiliki call centre kebancanaan bebas pulsa di Prov Sumatera Barat)

Pelaksanaan Jambore Forum Pengurangan resiko bencana (Jambore FPRB) Tingkat Kabupaten Padang Pariaman, selama 5 hari 4 malam, dihadiri seluruh komunitas kebencanaan yang ada di seluruh kecamatan dan nagari – nagari (BPBD Kabupaten Padang Pariaman merupakan satu satu nya kabupaten/kota melaksanakan jambore FPRB tingkat kabupaten di Prov Sumateraarat) (*)