Pemko Pariaman Buat Baznas Tandingan, Asman Yahya : Kami Nunggu Lembaga Hukum Baznas Pusat

TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman)—Pemko Pariaman di bawah kepemimpinan Genius Umar duet Maardison Mahyuddin, bentuk Lembaga Baznas tandingan. Karena tidak mau mundurnya pengurus Baznas Kota Pariaman, bentukan H. Mukhlis Rahman semasa menjabat Wali Kota Pariaman.

Hal itu terbukti diadakannya Rapat Pembentukan Tim Seleksi Pengurus Baznas Kota Pariaman, Rabu (1/7/2020) periode 2020-2025 yang dipimpin Sekda Kota Pariaman, Fadli, SH, MH pada salah ruangan di Pemko Pariaman.

Menurut sumber yang menyampaikan kepada media mengatakan, hadir dalam rapat tersebut, unsur dari Kamenag Kota Pariaman, MUI dan Pemko Pariaman sendiri.

Saat ini dikonfirmasikan kepada Asman Yahya, pengurus Baznas Kota Pariaman yang sah dan menurut mengatakan, pembentukan panitia seleksi pengurus atau pimpinan Baznas Kota Pariaman, pada bulan Agustus 2020, periode 2021-2026.

Tata caranya, pengurus menyurati Wali Kota Pariaman dan meminta untuk mengadakan rapat membentuk tim seleksi pengurus Baznas periode 2021-2027. Kemudian Walikota menerbitkan SK Panitia sebagai payung hukumnya.

Kata Asman Yahya, kemungkinan Pemko Pariaman membentuk Tim Seleksi Pengurus Baznas Kota Pariaman tandingan. Kalau tandingan itu merupakan hak Wali Kota Pariaman dan tidak bisa diganggu gugat. “Kita lihat sajalah perjalanan Tim Seleksi periode 2020-2025 tersebut,” ujar Asman Yahya.

Terkait upaya Pengurus Baznas Pusat, untuk menyelamatkan Baznas Kota Pariamansesuai  Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat;2.Peraturan PemerintahNomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat;3.Peraturan BAZNAS RI Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota;

Pengurus Baznas Pusat, sebelum menggugat Pemko Pariaman di bawah kepemimpinan Genius Umar duet Mardison Mahyuddin, akan menyurat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar dan Pimpinan Bank Nagari Sumbar, agar membuka pembolokiran rekening Baznas pada Bank Nagari Syari’ah Kota Pariaman senilai 5 miliar rupiah lebih, untuk disalurkan kepada asnaf yang delapan.

Apabila hal itu tidak diindahkan oleh Bank Nagari Sumbar, baru Lembaga Hukum Baznas Pusat akan mendaftarkan perkara ke Pengadilan Negeri Pariaman atau PTUN Padang. “Kami dari Pengurus Baznas Kota Pariaman yang ada sekarang disuruh menunggu dan berjaga-jaga,” ungkap Asman Yahya.

Wakil Wali Kota Pariaman, Drs. Mardison Mahyuddin, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, pada hari yang sama mengaku sedang berada di Lubuk Basung. “Maaf ya, saya lagi di Lubuk Basung,” tutur Mardisonlewat gagang teleponnya.

Ketua Ormas Laki Kota Pariaman Azwar Anas yang diminta pendapatnya, mengatakan, apabila Pemko Pariaman di bawah kepemimpinan Genius Umar duet Mardison Mahyuddin, mau mundur satu langkah, tentu akan membawa kemajuan 1000 langkah, buat Genius dan Mardison.

Akan tetapi apabila selalu mengemukakan ego akan bertambah tinggi jurang tempat jatuhnya. Karena dengan terdapat komplit Baznas Kota Pariaman yang teraniaya itu orang asnaf delapan, seperti fakir miskin dan lain sebagainya.

“Ingatlah saat mengucapkan sumpah jabatan ketika dilantik dahulu. Salah satu bunyinya mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi, artinya, Walikota Pariaman Genius Umar dan Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin, sudah melanggar sumpah jabatan. Apa sih beratnya, untuk kembali kepada aturan, sehingga terjalin rasa persatuan dan kesatuan,” tukuk Azwar Anas. (aa)