Perwakilan PT. HKI Defi Adrian Pelaksana Proyek Jalan Tol Tidak Bisa Ditemui Wartawan

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)—Kepala Perwakilan PT. Hutuma Karya Indonesia (HKI) Dei Adrian, terkesan tertutup dengan wartawan. Defi Adrian yang mengaku dikejar targeta dalam menyelesaikan pembanguna jalan tol ruas Sumbar-Riau, berani menyewa lahan masyarakat yang terkena imbas bangunan jalan tol tersebut.

Defi Adrian, ketika dihubungi Senin (29/6/2020) melalui pesan WahtsApp, tidak memberikan jawaban sama sekali. Begitu pula saat ditelpon juga tidak mengangkat, walau pun nada dering terdengar masuk.

Sikap tertutup Defi Adrian itu sangat disayangkan Asisten III Pemda Padang Pariaman Fakhriyati. Hal itu disampaikan Fakhriyati yang akarab disapa dengan ibuk Yet ketika diminta komentarnya, secara terisah pada hari yang sama.

“Boleh saja mengaku dikejar target dan kepingin slesai sesuai target, tetapi jangan rambu-rambu yang ditabrak,” ujar bundo kanduang ini.

Sekitar 1 bulan lalu, ketika dikirim pesan untuk minta waktu untuk  bersilaturahmi dan berdiskusi tentang proses sewa lahan masyarakat yang terkena imbas jalan tol tersebut, Defi Adrian mengatakan. “Maaf hari ini rakor pak. Karena hari ini sepertinya belum bisa pak, besok dari Pagi bahas RKAD 2020 di kantor Pak Marthen di Jati, Kantor HKi di By Pas Pak” ujarnya.

Saat disampaikan yang kepingin diskusikan dengan Bapak. Tentang, PT. HKI nyewa lahan masyarakat untuk jalan tol, bahkan sudah ada yang bapak kerjakan di Ps Dama Parit Malintang.  Dengan dasar apa  bapak, menyewa lahan masyarakat. Sementara tanah belum bebas oleh Tim Satgas A dan B.

Dijawab oleh Defi Adrian, dasar kita menyewa lahan, waktu hilang yang selama ini di Sumbar jangan terulang lagi. Penlok 2 oleh pemerintah sudah ditetapkan dan tidak akan berubah lagi. (Pernah diumumkan dan dimuat di Padang Ekspres)

Ditambahkan, sewa menyewa prinsipnya kesepakatan ke dua belah pihak tanpa ada paksaan. Semua tanaman yang punya lahan kita ganti, jika penggantian kita saat ini lebih murah dari bapraisal nanti, maka akan kami tambahkan nantinya, jika lebih kecil nilainya kita ikhlaskan kepada pemilik lahan tidak dikembalikan selisihnya. Begitu pula Proses sewa menyewa didampingi oleh perangkat nagari, ninik mamak.

Ketika disampaikan kepada Defi Adrian, uang yang dibayarkan  HKI ini kepada masyarakat  itu,  uang negara apa uang perusahaan swasta murni.

Defi Adrian, menjawab, “Maaf ya Pak, justru hal ini untuk mengurangi resiko yang terjadi. Bapak silahkan berhitung juga kerugian HKi akibat lahan dalam 2 tahun hanya bebas 4.2 km, sedangkan di daerah lain begitu cepat,” tukuknya.

Nada-nada sumbang di bawah di tengah masyarakat mengatakan, untuk Balon Bupati Kabupaten Padang Pariaman jangan asal dukung aja masalah pembangunan jalan tol. Jangan bangga Bapak/Ibu dalam Portal Fanpage memberitakan kalo Bapak/Ibu mendukung maupun menguntungkan bagi masyarakat.

“Bapak/Ibu tidak tahu bagaimana realita di lapangan.Bagaimana masyarakat SANGAT-SANGAT dirugikan degan dampak pembangunan Tol ini.Seharusnya Bapak/Ibu bersama masyarakat, bukan malah menambah keterpurukan mereka degan cara menampilkan portal-portal dukungan untuk pembangunan jalan Tol.

“Betul sekali penjelasan mak @Irwandi Sulin di atas.Pembangunan Tol Sumbar di Kabupaen Padang Pariaman masyarakat di tindas.Sama seperti cerita hidup dizaman belanda,yang pernah saya dengar,” ujar salah seorang mengomentari pemberitaan tentang terhadap jalan tol ruas Sumbar-Riau tersebut. (aa)