Komisi II Tindaklanjuti Tiga ‘PR’ Besar

Padang – Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Yandri didampingi Koordinator Ilham Maulana melakukan rapat kerja dengan Dinas Perdagangan Kota Padang, Selasa (30/6/2020).

Berdasarkan hasil raker disetujui rencana Kadis Perdagangan Kota Padang Andre Algamar membentuk PD Pasar untuk peningkatan PAD karena selama pengalaman 5 tahun terakhir belum ada pendapatan dari Dinas Perdagangan sebesar Rp 6 Miliar.

Jepada Kadis Perdagangan agar segera menyelesaikan PR sebelumnya yaitu masalah yang ada dengan PKL di Jalan Sandang Pangan dan Pasar Belimbing soal penempatan pedagang, tegas Ketua Komisi II Yandri.

Ketiga soal agenda ke depan, Komisi II minta ke Pemko Padang untuk membantu menyelesaian dan menfasilitasi kasus Atom Shopping Centre, ulas Yandri.

Sebelumnya Kadis Perdagangan akan diajukan ranperda PD Pasar Raya, tersedot dana pengelolaan sebesar Rp. 11 Miliar dan umpan baliknya pemasukan PAD untuk Kota Padang hanya Rp. 5 Miliar.

Diharapkan pengelolaannya oleh orang-orang profesional. Pengelolaan Pantai Air Manis dengan PSM sudah menghasilkan PAD sebesar Rp. 2,4 Miliar.

Ilham Maulana menanyakan surat pedagang Atom Centre sejak Maret lalu. Para pedagang ingin kejelasan dan tidak mau membayar retribusi karena mereka membayar ke pengelola pertokoan tersebut. Awi selaku ahli waris Sumardi Gunawan, pemilik Family Raya.
Sudah menyerahkan persoalan tersebut pada pengacaranya.

Sejak lama, lokasi tersebut bakal akan dijadikan terminal namun permasalahannya belum kunjung tuntas.

Selain itu juga disinggung persoalan tunggakan SPR mencapai Rp 73 Miliar. Piutang lainnya Rp. 2 Miliar, totalnya Rp 13 Miliar. Iwapi zonk target dan akan dimintakan pemutihan. SPR hutang ke Bank Arta Graha Rp. 110 Miliar atau Rp 1 Miliar per bulan. Dinas Perdagangan sudah mengajukan somasi pada manajemen SPR.

Ilham juga menyarankan agar kantor Dinas Perdagangan di Pasar Raya Padang agar memudahkan koordinasi.

Miswar Jambak mengapresiasi upaya Kadis Perdagangan menekan covid – 19 dengan melakukan tes swab bagi pedagang. Terbukti terjadi penurunan dan kesadaean pedagang dan pendatang yang melakukan protokol keseharan.

Perlu pembenahan SDM instansi ini guna mencapai target PAD.

Parkir sebaiknya sebelah jalan saja, jangan kedua belah badan jalan karena menjadi potensi kemacetan. Hadir anggota Komisi II seperti Dasman, F. Waruwu, Muzni Zen, Irawati Meuraksa, Bobby Rustam, Miswar Jambak, Muharlion dan Edmon.

Dari Rp 24 Miliar anggaran Dinas Perdagangan tersedot anggaran Rp 11 Miliar untuk ASN yang berjumlah 99 ASN dan 300 an tenaga kontrak. Sebaiknya dijadikan PD Pasar Raya seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Setelah covid ditargetkan Rp 8 Miliar.