Setelah BPBD, Kini Giliran Borok Dinkes Terkuak, Hendra Aswara : Tidak Alasan Lari Dari Wartawan

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)—Belum tuntas masaalah penanganan Covid 19 Kabupaten Padang Pariaman, pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terhadap pembayaran honor petugas Covid 19 yang menghabiskan uang negara hampir Rp. 1miliar rupiah.

Kini muncul lagi persoalan baru pada Dinas Kesehatan Padang Pariaman yang medapatkan kucuran dana hampir Rp. 3 miliar rupiah. Plt. Kepala Badan Pemberdayaan Keuangan Daerah (BPKD) Padang Pariaman, Armen Rangkuti, dalam penjelasannya, kucuran dana terhadap Dinas Kesehatan yang dinakhdai Yutiardi Riva’i ada dua kali.

Keterangan itu  disampaikan Ar,en Rangkuti pada tanggal 16 Juni 2020 lalu. Menurut Armen Rangkuti, kucuran pertama pada tanggal 24 Maret 2020 Rp. 806.850.000. Kemudian kucuran keduaa pada tanggal 13 Mei 2020 Rp. 1.990.910.000.

Kadis Kesehatan Padang Pariaman Yutiardi Riva’i ketika dikonfirmasi Senin (22/6/2020) mengatakan belum sampai Rp. 3 miliar rupiah. “Tetapi kalau digabungan BPBD mungkin saja sebanyak itu,” tuturnya.

Ketika disampaikan kepada Yutiardi,  rincian dana yang dijelaskan disampaikan Armen Rangkuti tersebut. Kemudian Yutiardi mengatakan berjanji akan melihat detilnya di Kantor Selasa (23/6/2020). “Tunggulah besok saya lihat di kantor. Sekarang lagi mengikuti sidang di DPRD Padang Pariaman,” tambah Yutiardi.

Setelah ditunggu Selasa (23/6/2020) Yutiardi menyampaikan dana diterima dari BPKD Padang Pariaman. “Ini dana kami Dinkes Padang Pariaman yang cair denga total 1.321.173.500 rupiah sementara Surat Pertanggung Jawabnya (SPJ) nya. Saat ini sedang pendampingan oleh Inspektorat Padang Pariaman,” tukuk Yutiardi.

Saat diminta kepada Yutiardi, untuk dapat menjelaskan rincian pemakaian dana tersebut. Terkesan Yutiardi enggan untuk menjelaskan. “Maaf ya, kalau permintaan itu tidak bisa kami penuhi,” ulangnya.

Setelah didesak, alasan apa, dia tidak bisa me njelaskan. Kata Yutiardi berhub kami sedang pendampingan.dengan Inspektorat dan tadi saya sudah koordinasi  dengan  Inspektorat dan silahkan temui Inspektorat agar jelas,” ucapnya.

Kepala Inspektorat Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara didampingi Skretarisnya, Heri Sugiarto, mengatakan dari sudut mata Inspektorat, Yutiardi Riva’ai, dalam memimpin baik dan bagus orangnya. Buktinya, sebelum kami melakukan pemeriksaan dia sudaah menyurati Inspektorat untuk dilakukan pemeriksaan, keuangannya.

Menurut Hendra Aswara,  soal permintaan keterangan dari wartawan terhadap rincian pemakaian dana penanganan Covid 19, Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman Yutiardi, harus bisa menjelaskan dan tidak perlu ditutup tutupi. “Apa  beratnya sih, memberikan data atau informasi tentang pemakaian dana tersebut,” ujar Hendra Aswara.

Kini tidak zamannya lagi, main rahasia-rahasiaan, dalam pemakaian keuangan negara dan pablik wajib tahu. Tambah ditutup tutupi, orang makin curiga. Sebelumnya, orang curiga diejaskan saja apa adanya.

“Kalau saya pribadi kata Hendra Aswara, lebih senang sering ditanya wartawan terhadap tugas yang saya kerjakan. Sebagai OPD atau ASN hanya beda tugas dengan rekan wartawan, tujuannya sama-sama membangun negara. Sebagai OPD harus pandai menjalin komunikasi dengan rekan wartawan dan jangan dijauhi rekan wartwan itu, tambah dijauhi tambah dia kejar,” ulang Hendra Aswara yang mempunyai inovasi menjadikan OPD Padang Pariaman bebas dari koropsi.

H. Muslim Zein sebagai pengamat kinerja pemerintah Padang Pariaman,  ketika diminta pendapatnya mengatakan, melihat dari penjelasan Plt. Kepala BPKD Padang Pariaman, Armen Rangkuti dengan keterangan Kepala Dinas Kesehatan Yutiardi, ada selisih dana lebih dari 1 miliar rupiah.

Bupati Ali Mukhni selaku pemimpin Padang Pariaman tidak bisa berlepas tangan dan wajib bertanggung jawab, artinya, sebagai pemimpin dua periode yang akan mengakhiri masa jabatannya, harus tampil ke tengah dan menjelaskan kepada masyarakat terhadap pemakaian dana penanganan Covid 19 Padang Pariaman.

“Kami dari masyarakat  akan selalu memantau terhadap pemakaian keuangan daerah tersebut dan tidak mebiarkan hilangnya dana masyarakat tersebut,” tutur Muslim Zen dengan nada berap-api. (aa)