Wilayah Batang Anai Tangerangnya Jakarta, Kapolsek Aurman Himbau Masyarakat Menjaga Lingkungan

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)—Kapolsek Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Iptu Aurman, SH mengatakan, wilayah tugasnya merupakan padat penduduk daerahnya kecil, tetapi sarat dengan penyakit masyarakat kriminal umum, seperti curat (pencurian pada malam hari).

Hal itu diungkapkan Aurman, dalam bincang-bincang di ruang kerjanya, Rabu (176/2020). Putra Koto Bangko Sungai Geringging ini menuturkan, kerugian yang paling banyak dialami korban kehilangan HP.

Menurut Aurman, wilayah Batang Anai, bisa disebut Tangerangnya  Kota Jakarta, karena Baatang Anai, berbatasan dengan Kota Padang dan sebagai tempat perlintasan banyak orang. Polsek Batang Anai, punya wilayah satu kecamatan. Tetapi penduduknya cukup padat.

Kecamatan yang punya 8 nagari ini, penduduk paling padat Nagari Kasang. Kini Nagari Kasang, banyak pembangunan, seperti pembangunan jalan tol dan banyak pendatang yang masuk ke nagari tersebut.  Selain itu di Nagari  Kasang juga banyak perusahaan besar yang membuka usahanya.

“Kadang ada yang sangat disayangkan, bagi perusahaan yang membuka usaha dalam wilayah Batang Anai, awal mulai datang membuka usaha, tidak pernah melapor kepada  Kapolsek. Tetapi setelah ada masaalah dan persoalan di lapangan baru melapor,” ujarnya.

Aurman yang mengaku baru berugas menjadi Kapolsek Batang Anai, terhitung sejak tanggal 3 Maret 2020, lebih kurang bulan. Sesuai dengan tugas pokok kepolisian menjaga harkat Kamtibmas, pelindung dan mengayomi masyarakat. Terakhir  penegakan hukum dengan preventive, artinya, suatu tindakan pengendalian sosial yang dilakukan untuk dapat mencegah atau juga mengurangi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang.

Setelah itu juga dengan Represif yaitu  suatu tindakan pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadinya suatu pelanggaran atau juga peristiwa buruk. Dengan kata lain, tindakan yang dilakukan setelah atau sesudah peristiwa terjadi. Contoh dari represif yaitu seperti pelanggaran.

Alumni Secapa tahun 2014, angkatan 43 di Suka Bumi Jabar ini mengatakan, Polsek Batang Anai, masih banyak kekurangan personil, kini jumlah anggota Polsek Batang Anai 27 orang, 28 orang dengan Kapolseknya. Menurut Keputusan Kapolri Nomor 23/2010, tentang sturuktur organisasi peta kerja pada tingkat polsek membutuhkan personil 53 orang.

Namun karena keterbatasan anggota, belum bisa dipenuhi menurut idealnya. Walaupun, dengan tenaga terbatas, Aurman, masih dapat mengendalikan personil dalam menjaga ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, kita masih dapat  bekerja sesuai dengan amanah menjaga ketertiban dan keamanan serta kenyamanan masyaraat,” tukuk menantu orang Ujung Batung Kota Pariaman ini.

Bapak empat orang anak ini, menjelaskan Kecamatan Batang Anai nagari yang padat penduduk itu, Kasang dan Ketaping. Batang Anai, sebelah Barat, berbatas dengan samudra Hindia. Sebelah Timur berbatas dengan Bukit Barisan, Kabupaten Solok dan sebelah Utara berbatas dengan Kecamatan Lubuk Alung dan Selatan dengan Kota Padang.

Laki-laki yang suka bertegas tegas dalam bicara ini, mengaku baru diangkat menjadi anggota polri tahun 1988/99 dengan pangkat Bintara dan bertugas di wilayah Polres Kota Payakumbuh ditempatkan pada bagian reskrim selama 13 tahun. Setelah Capa 2014, ditempatkan pada Kanit Lantas Polres Payakumbuh.

Himbaun kepada seluruh masyarakat Kecamatan Batang Anai dalam wilayah tugas Polsek Batang Anai, untuk dapat saling menjaga keamanan dan kertiban lingkungan masing-masing.

” Berusahalah menjaga lingkungan untuk kenyamanan kita semua, jangan bikin keributan yang dapat mengganggu kenyamanan orang lain. Silahkan membuka usaha untuk kehidupan sehari-hari, tetapi saling menjaga keharmonisan,” ucap Aurman mengakhiri pembicaraannya (aa)