UNP Sudah Terapkan Tehnologi Internet dalam Proses Pendaftaran dan Wisuda

TABLOIDBIJAK.COM (Padang)—–Rektor UNP Ganefri menyampaikan pelaksanaan wisuda ke 116 sebanyak 868 orang untuk seluruh jurusan dan strata pada tanggal 21 Juni 2020. Setiap tahun wisuda dilaksanakan sebanyak 4 kali yaitu bulan Maret, Juni, September dan Desember, Kamis (18/6/2020).

Menurut Rektor UNP akan dilaksanakan wisuda dari dan tanda tangan elektronik ijazah yang akan diterima wisudawan UNP. Masa new normal ini, kita tidak tahu para mahasiswa ada di mana.

Diketahui saat ini banyak korban covid tanpa gejala. Dalam tatanan normal ini kita membangun tatanan baru, dimana selama ini tidak biasa kita lakukan. Hidup berdampingan dengan virus corona dengan tetap menjalankan standar kesehatannya.

Banyak penyakit di dunia ini yang belum ditemukan vaksinnya, cara penularannya yang harus diantisipasi. Untuk itu kita melakukan fisikal distancing guna mengantisipasi penularan terutama melalui tangan, hidung dan mulut, jelas Ganefri.

Proses pendaftaran wisuda dilakukan secara daring dan proses layanan akademik sudah melalui online. Biasanya mahasiswa membuat permohonan langsung pada rektor. Perubahan data dilakukan fasilitas penurunan AKT, untuk mahasiswa S2 dilakukan pencicilan. Saat ini UNP sudah melaksanakan full teknologi untuk seluruh data mahasiswa termasuk istirahat. Sangat praktis dan sudah berhasil dilakukan lewat aplikasi layananan.

Prosesi wisuda tetap dilakukan oleh rektor, drkan, ketua lembaga dan wakil rektor serta wisudawan secara virtual. Ada orasi ilmiah oleh Megawati Soekarno Putri secara zoom dan jadwal sama. Togadan kalung alumni dikirim melalui pos sejauh proses administrasi secara online telah terpenuhi.

Menurutnya, transkrip nilai dan ijazah serta SKPI, bekerja sama dengan peruri yang biasa mencetak uang RI. Untuk pertama kali dilakukan di Sumatera. Banyak prosedur dan SOP yang dilakukan dan tidak ada lagi legalisir ijazah. Keuntungan digital signature ini tidak perlu tanda tangan 5 x 1 orang.

Ijazah, transkrip nilai dan surat keterangan dicetak dalam 2 bahasa Indonesia dan Inggris. Para mahasiswa harus menyelesaikan toefl-nya. Mahasiswa beli toga dan kalung wisuda, bisa juga dipakai punya seniornya. Sekarang tidak ada lagi konsumsi dan foto, ulasnya.

Proses kuliah, jelas rektor, dilakukan secara platform oleh dosen dan bantuan pulsa untuk mahasiswa yang belum mampu sebesar Rp 1 Miliar. Diperkirakan jumlah mahasiswa akan bertambah 10 ribu orang sehingga menjadi 45 ribu.