Silvia Gusnita Peserta Pelatihan Sulaman Bercita Cita Menjadi Pengusaha

TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman) — Silvia Gusnita (33 tahun) salah satu peserta yang mengikuti pelatihan sulaman di Gedung Serbaguna Kantor Desa Sikapak Barat, Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman.

Saat ditemui tim Media Center Diskominfo Kota Pariaman, Jumat (14/2/2020) wanita kerap disapa Via ini menuturkan ia sangat senang dan berterima kasih kepada pihak desa telah bisa diikut sertakan dalam pelatihan ini.

“ Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada pihak desa yang sudah menyelenggarakan pelatihan ini dan BDI Padang, karena pelatihan sulaman ini merupakan suatu kepandaian dan ilmu bagi saya dan teman lainnya agar bisa membantu perekomian keluarga “, ungkapnya.

Pelatihan yang berlangsung selama 15 hari ini, sudah berlangsung sejak tanggal 11 s/d 27 Februari 2020 mendatang.

“ Sejak hari Selasa (11/2/2020) kemaren sampai hari ini Jumat (14/2/2020), saya sudah sampai tahap kedua, sebelumnya sudah membuat lingkaran tepi dari benang emas terlebih dahulu kemudian baru melakukan pengisian benang dan mengkombinasikan warna yang cocok sesuai motif dan gambar yang sudah dibuat “, ungkapnya.

Ibu satu anak ini juga menyampaikan bahwa ia juga seorang pengrajin bordiran rumahan yang diupah, dengan adanya pelatihan menyulam khusunya sulaman peniti ini, saya sangat tertarik dan mendaftarkan diri karena ini menjadi ilmu tambahan bagi saya.

“ Kalau saya memang sudah berkompeten, nantinya saya bisa usaha sendiri, kalau seandainya sudah memiliki usaha yang sudah maju tentu saya akan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi tetangga dan warga lainnya “, harapnya.

Kesempatan yang sama, Ketua pelatih Fitrinawati juga menuturkan bahwa pelatihan sulaman ini di ajarkan mulai dari teknik menyulam, sampai pemberian kombinasi warna benang.

“ Pelatihan sulaman khusunya sulaman peniti, sebenarnya susah-susah gampang, dari semua peserta saya lihat sudah ada yang mampu ketahap kedua dan ada juga yang masih pada tahap pertama. Mungkin tidak semua mereka yang mampu dan terbiasa dalam menyulam “, katanya.

Semua alat-alat yang diperlukan baik dari benang, dasar, snack, makan siang dan uang transportasi di fasilitasi oleh BDI Padang yang diminta oleh Kepala Desa Sikapak Barat, Suhardi untuk diadakan pelatihan sulaman di desanya.

“ Sampai hari ini Jumat (14/2/2020) peserta sudah sampai tahap membuat lingkaran tepi dari benang emas, jadi mereka melanjutkan mengisisi dengan benang warna dan berkreasi dengan motif dan gambar yang sudah dibuat “, ulasnya lagi.

“ Dan kami berharap, peserta yang telah mengikuti pelatihan ini tidak hanya sampai disini saja, namun harus bisa mandiri dan membuka lapangan pekerjaan sendiri, sehingga bisa membantu ekonomi keluarga dan mampu bersaing menghasilkan produk unggulan yang bersaing dalam dunia pasar “, sambunya lagi.(Rika)