Pemko Pariaman Juara Dalam Pengimputan Data e-PPGBM Se Sumbar

 

TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman) — Kota Pariaman peringkat pertama se Sumbar dalam penginputan data aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) sampai hari ini tanggal 12 Februari 2020.

Hal tersebut dikatakan, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Susrikawati usai Pencanangan Timbangan Massal dan Pemberian Vitamin A yang digelar Dinas Kesehatan Kota Pariaman di Desa Kampung Apa, Kecamatan Pariaman Selatan, Rabu (12/2).

Aplikasi e-PPGBM merupakan pencatatan dan pelaporan berbasis masyarakat dengan teknologi elektronik. Dengan  aplikasi tersebut, dapat merekam data individu dan hasil penimbangan, terutama di Posyandu serta mengolah hasil input data tersebut menjadi status gizi.

” Dari penginputan data kedalam aplikasi e-PPGBM sampai hari ini 12 Februari 2020, Kota Pariaman menduduki rangking pertama se Sumbar. Ini merupakan rekap status gizi hasil penimbangan terhitung mulai tanggal 1 hingga 12 Februari 2020 ini “, ungkap Susrikawati kepada tim Media Center Kominfo Kota Pariaman.

Lebih lanjut, Rika mengatakan, dimana dari 7986 sasaran 1.654 (13.70%) sudah terinput ke aplikasi tersebut. Secara presentase dari balita yang sudah ditimbang sebanyak 1.654 dan yang stunting sebanyak 155 orang atau sekitara 9.3%.

” Ini belum kita mengambil patokan penurunan, karena proses penginputan belum selesai “, kata dia.

Dikatakannya, peninputan ini akan berakhir hingga tanggal 28 Februari 2020 ini dan minggu pertama bulan maret 2020 data baru bisa kita finalkan dan publikasikan “, sambungnya.

Ia mengajak kepada semua lintas sektor terkait untuk mendukung kegiatan penimbangan massal ini.

” Kami mengajak semua ibu yang punya balita untuk datang ke posyandu menimbang anaknya, guna mendeteksi tumbuh kembang anak serta pemberian vitamin A dan imunisasi “, imbuhnya.

Harapan kita dengan adanya kesadaran masyarakat untuk datang ke posyandu dalam rangka mengetahui status gizi anak ini, kita berharap para orangtua yang ada di Kota Pariaman harus menyadari bahwa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah periode emas bagi tumbuh kembang seorang anak hal ini sangat penting untuk di laksanakan. (Erwin)