Kurangnya Pengawasan Proyek ADK Latina Diduga Sarat KKN

TABLOIDBIJAK.COM (Payakumbuh)—– Terkait penggunaan dana ADK ( Alokasi Dana Kelurahan) di Kelurahan Koto Panjang Dalam Kec. Lamposi Tigo Nagori ( Latina ) yang di pergunakan untuk pembukaan jalan baru diduga kurangnya pengawasan dan terkesan berpotensi penyelewengan pekerjaan yang memakai anggaran dana pusat dengan nilai 37 juta rupiah di kelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) kelurahan Koto Panjang Dalam diduga sarat KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Pasalnya saat Tim media investigasi langsung ke lokasi proyek banyak ditemukan kejanggalan, yaitu plang proyek tidak ada, terus pengerjaan nya terkesan asal jadi.

Dana ADK adalah dana yang peruntukan untuk kelurahan yang mana telah di atur dalam UU NO 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah
PP No. 17 Tahun 2018 Tentang Kecamatan dan PP No 58 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Sementara itu Camat Latina David Bachri saat di temui media dikantornya, Rabu (12/02/2020) mengatakan Proyek itu sudah selesai dan itu akhir bulan Desember 2019 lalu.

Sementara apa yang tim media temui dilokasi, pengerjaannya masih berlanjut, seperti Sirtu (Pasir dan Batu) yang harusnya di padatkan dengan mesin, dan terlihat belum dilakukan.

Terkait masalah plang proyek yang tidak ada, DT Bagindo Malano selaku Ketua KSM mengatakan Plang Proyek disembunyikan disimpan dirumah karena banyak anak – anak yang agak nakal yang akan merusak plang proyek tersebut

Hal senada juga diutarakan, Lurah Koto Panjang Dalam, Budiarto menjelaskan, bahwa proyek tersebut sudah diselesaikan, namun hanya ada masa pemeliharaan.

Terpisah, Koordinator LSM AMPERA (Amanah Penderitaan Rakyat), Syawaludin Ayub, kepada wartawan, hati-hati terhadap penggunaan dana ADK, jangan coba memainkan uang rakyat.

“Kita berharap ASN (Aparatur Sipil Negara) bekerjalah sesuai aturan yang berlaku. Kita meminta dan menyarankan kepada aparat penegak hukum agar menindak lanjuti atau mengusut masalah tersebut, dan berharap ada efek jera dari para pelaku yang merugikan negara ini,” harap AWE panggilan akrab Syawaludin Ayub.(Tim)