Kadisdik Kabupaten 50 Kota, Perlu Optimalisasi Kompetensi

LIMAPULUH KOTA,- Seputar pendidikan, kinerja guru, dan pidato mentri pendidikan Indonesia, Nadiem Mukarim ditahun 2021 UN akan diberhentikan dan diganti dengan asesmen kompetensi. Kadisdik Kabupaten Limapuluh kota angkat bicara.

Benar, itu terbukti saat media ini mewawancarainya di kantor dinas pendidikan, Hj. Indrawati, S.Pd, M Pd akrab disapa Indrawati menjelaskan secara rinci dan inovasi perkembangan pendidikan, serta upaya yang dilakukan pemkab dalam kemajuan pendidikan.

“Sesuai kebijakan, tak luput dari itu, guru adalah kunci utama, sekarang guru harus bisa menjadi guru penggerak, maksudnya, jangan hanya dalam pemenuhan dalam jam pelajaran saja, guru juga harus mencari tau cara untuk kenyamanan murid. Dengan istilah merdeka belajar, dan mengoptimalisasi kompetensi guru.”

Lebih lanjut Kadisdik itu menjelaskan dengan peribahasanya yang khas itu.

“Apapun makanya, minumnya tetap teh botol, yang artinya, apapun keputusannya guru tetap menjadi prioritas demi kemajuan pendidikan kita.”

Perihal pidato mentri, Indrawati juga menanggapi dengan positif.

“Bukan masalah setuju atau tidak setuju, karena pada intinya sekolah bebas memberikan, baik itu UN atau tidak, pada intinya guru harus kembali kecitranya.” Katanya menjelaskan.

Lebih lanjut, terkait kemajuan guru di Limapuluh kota ini, baik dari pihak provinsi, maupun dari kadisdik Limapuluh kota sendiri, demi kemajuan guru, berbagai inovasi telah di keluarkan, terbukti dari beberapa program yang dibuat pemerintah.

“Di tahun 2019 Limapuluh Kota dapat mengikuti program pemerintah yaitu PKP (Peningkatan Kompetensi Pembelajaran) sebanyak 1200 orang guru dari Limapuluh kota mengikuti program ini. Ada 2 istilah dalam kegiatan itu, Guru inti dan guru sasaran. Dengan artian, guru Inti adalah guru yang bertugas mengawasi 20 orang guru sasaran, Limapuluh kota mendapat 60 orang guru inti.” jelas Indrawati.

Di lain sisi, Yolanda Fery S. Kom. Kasubag umum di dinas pendidikan Kabupaten Limapuluh kota, juga menerangkan upaya yang telah dinas lakukan untuk kemajuan guru di wilayah Limapuluh kota ini. dengan tersenyum manis Yolanda menjeladkan inovasi tersebut.

“Untuk waktu dekat ini, kita akan menerbitkan atau membuat web youtube Dinas Pendidikan Limapuluh kota. Disanalah tempat dimana tempat guru bebas mengirimkan video proses pembelajaran dan video cara memecahkan rumus. Sehingga berbagai inovasi dari guru-guru se-kabupaten Limapuluh Kota akan ada disana.” tutur Yolanda menjelaskan. (jnd)