Buluh Kasok Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota Dilanda Banjir

TABLOIDBIJAK.COM (Limapuluh Kota)—–Perubahan cuaca yang ekstrim di wilayah Sumbar khususnya Kabupaten Limapuluh Kota yang terjadi belakangan ini telah menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat yang ada di wilayah rawan bencana. Salah satunya Jorong Buluh Kasok kenagarian Sarilamak Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota dilanda banjir akibat curah hujan tinggi yang turun semalaman, Selasa (14/1), akibatnya dua sekolah lumpuh/aktivitas belajar terpaksa dihentikan.

Sayang seribu sayang, Buluh Kasok kembali menangis karena terkesan di pinggirkan, pasalnya, curah hujan yang tinggi belakangan ini di Jorong Buluh Kasok Kenagarian Sarilamak, Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota, kembali mengakibatkan aliran sungai di jorong tersebut meluap, bahkan dua sekolah di jorong tersebut lumpuh total/aktivitas belajar dihentikan.

Dilaporkan tokoh masyarakat setempat Ade Dt. Marajo kepada wartawan, Selasa (14/1/2020) di lokasi, sudah menjadi langganan banjir, setiap hujan deras yang terjadi di jorong ini dan mengakibatkan SD N 09 Sarilamak dan SMP N 4 Harau lumpuh diterjang banjir akibat luapan aliran sungai juga aktivitas belajar dan mengajar pun terpaksa dihentikan.

”Dikhawatirkan luapan sungai ini jika lama kelamaan belum ada antisipasi dan perhatian dari pemerintah kabupaten 50 Kota, luapan sungai ini bakal menenggelamkan permukiman warga,” urainya.

Sementara itu Kepala Jorong Buluh Kasok Edison membenarkan peristiwa tersebut, kalau sekolah dan permukiman warga nyaris terendam banjir. Bencana ini terjadi, diduga karena meluapnya aliran sungai di jorong Buluh Kasok akibat tingginya curah hujan.

“Ini bukan yang pertama, maka tak heran, sudah sering di jorong Buluh Kasok seperti ini, kalau hujan deras dan aliran air sungai meluap. Akibat terendam banjir ini, aktivitas masyarakat sekitar dan kegiatan belajar mengajar di sekolah inipun menjadi terganggu,” sebut Edison.

Hal senada juga diutarakan, tokoh masyarakat Buluh Kasok Dt. Bosa Nan Putiah, selain merendam SD N 09 Sarilamak, banjir juga merendam SMP N 4 Harau. Sama halnya dengan SD, di SMP N 4 inipun, kegiatan belajar mengajar terganggu. Para siswa terpaksa bergotong royong membersihkan lumpur yang masuk ke kawasan sekolah, karena genangan air masuk ke kawasan sekolah.

“Selain sekolah, luapan sungai nyaris merendam sejumah pemukiman warga. Karena itu kami berharap agar pemerintah bersedia membantu jorong Buluh Kasok dengan mengantisipasi agar pemukiman warga dan sekolah ini tidak kebanjiran lagi,” harapnya.

Sementara itu salah seorang warga Ed (56), menuturkan kepada wartawan, kami sangat takut dan ngeri, dengan kondisi sekarang dan susah untuk memberi informasi, karena sinyal Hp tidak sampai di daerah kami, bisa dibilang tidak bersinyal.

“Kami masyarakat Buluh Kasok juga berharap kepada pemerintah setempat untuk membenahi dan memberikan bantuan terlebih lagi untuk membangun jaringan sinyal agar informasi yang kami berikan cepat sampai,” harapnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD 50 Kota Joni Amir diwakili Kabid Logistik dan Kedaruratan Bencana Rahmadinol, saat dikonfirmasi via group Whatsapp Info Bencana Luak 50 bukannya memberikan solusi malah, menerangkan sekilas tentang jorong Buluh Kasok, menurutnya, Jorong buluh kasok daerah lembah, kebetulan hujan dari kemaren dari arah timur, sungai ulu kasok meluap 2 sampai 4 jam, apa bila intensitas curah hujan cukup tinggi d bagian timur, hitungan jam , bisa di tunggu air langsung naik, kondisi ini hanya 2 sampai 4 jam dan kembali surut,
Kondisi ini di sebabkan serapan air di hulu tidak ada, hutan sudah tidak ada lagi menahan air saat hujan turun. “Semoga saja bapak Doni Munardo kasih bibit 1 juta pohon untuk jorong Buluh Kasok,” singkatnya. (JND)