Bupati Pasaman Buka Lomba Burung Berkicau

TABLOIDBIJAK.COM (Pasaman)—–Bupati Pasaman Yusuf Lubis membuka Pameran dan Lomba Burung Kicau dalam rangka memperingati HUT ke-74 Kabupaten Pasaman yang bekerjasama dengan Kajari Pasaman, di halaman GOR Tuanku Rao, Minggu (27/10/2019).

Peserta lomba berasal dari luar provinsi sumatera barat, seperti Sumut, Riau dan Kabupaten yang ada di Sumatera barat.

Adapun jenis burung yang dilombakan: murai batu, kacer, kenari, lovebird, cucak ijo, branjangan, konin, placi dan kapas tembak.

Bupati Pasaman Yusuf Lubis dalam sambutannya menyampaikan acara ini sebagai bagian dari HUT ke-74 Kabupaten Pasaman sekaligus sebagai ajang menyalurkan hobi dan silaturahmi Kicau Mania dari daerah Pasaman dan daerah lain.

“Giat lomba ini wujud kongkret keikutsertaan masyarakat dalam konservasi dan melestarikan hayati terutama burung juga sebagai nilai tambah bagi pengrajin sangkar burung yang dapat membuka lapangan kerja, mampu mengalihkan kegiatan negatif kepada kegiatan yang positif dan menjadi pelopor bagi dunia perlombaan burung,” kata Bupati Pasaman Yusuf Lubis didampingi Kajari Pasaman Ardhryansah.

Sementara Kajari Pasaman Ardhryansah, lomba burung kicau diikuti ratusan peserta berasal dari beberapa daerah bahkan ada pula peserta yang berasal dari luar Provinsi Sumatera barat. Hal ini mengingat banyaknya penggemar burung kicau yang terus meningkat.

”Beberapa peserta ada dari Sumatera Utara dan Riau. Karena mereka sangat tertarik dengan kegiatan semacam ini,” katanya.

Laporan Ketua pelaksanaan, Bujang mengatakan Juri yang melakukan penilaian merupakan pakar yang membidangi perlombaan. Mereka mempunyai standar tersendiri untuk menilai kicauan burung yang dilombakan.

”Jurinya kami ambil dari Rajawali Indonesia. Juri ini merupakan level nasional dengan standar penilaian yang akurat. Mereka juga sering menilai perlombaan ke berbagai daerah,” papar Bujang.

Sedangkan ciri penilaian pemenang dalam perlombaan ini menggunakan bendera di antaranya, bendera warna merah untuk juara 1 dengan skor 100, biru juara 2 skor 75, hijau juara 3 skor 50, dan kuning juara 4 skor 25.

“Skor ini ketentuan nasional. Kriteria burung yang menjadi juara diambil dari penilaian bunyi, variasi, durasi, dan volume,” ungkapnya( Fauzan)