Wisuda Hafizd dan Hafizdah Santri Read Al-Qur’an Center Ikut Meriahkan Hari Nusantara

TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman)— Wisuda Hafizd dan Hafizdah Santri Read Al-Qur’an Center Angkatan I Tahun 2019, ikut memeriahkan  Hari Nusantara 2019 di Pantai Gandoriah Kota Pariaman.

Wisuda Santri Read Al-Qur’an Center Angkatan I Tahun 2019 dilakukan untuk Hafizd dan Hafizdah hafal 3 s/d 15 juz Alquran. Wisuda Hafizh dan Hafizhah yang rencananya diwisuda sebanyak 1000 orang bertambah menjadi 1.217 orang, wisuda serentak ini ditandai dengan pemasangan selempang oleh Walikota Pariaman Genius Umar kepada perwakilan Hafizd dan Hafizdah dan disusul Kepala OPD lainnya.

Ushamah Hilmi (19 th) merupakan salah satu Hafizd yang akan diwisuda dengan hafalan 15 juz Alquran. Beliau merupakan anak pertama dari enam bersaudara yang semuanya belajar tahfizd dengan basic orang tua sebagai pengajar di rumah tahfizh Bukittinggi dan ibu seorang guru mengaji di mushalla dekat rumah mereka di Desa Tanjung Saba Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman.

Dalam wawancara yang dilakukan di Pantai Gandoriah Rabu (11/12/2019) Ushamah menyatakan, bahwa beliau hafal Alquran sebanyak 15 Juz ini dengan waktu kurang lebih satu tahun, dengan bimbingan dari kedua orang tuanya.

“Saya belajar tahfizh memakai system 5 menit buka dan menit tutup, artinya 5 menit buka itu saya baca surat di Alquran tersebut berulang-ulang selama 5 menit dan setelah itu saya tutup kembali dengan menghafalnya diluar kepala, jika seandainya saya lupa saya akan buka dan baca lagi hingga surat tersebut hafal di luar kepala saya, dan itu saya lakukan setiap hari setelah pulang sekolah dan sesudah sholat 5 waktu, dengan cara begitu dalam waktu 15 menit dengan 20 kali ulangan Insya Allah kita sudah bisa menghafalnya di luar kepala”, ujar siswa kelas 3 MAS YDSI ini.

“Yang penting niatkan dalam hati kita terlebih dahulu dengan ikhlas untuk belajar menghafal Alquran ini, dan yang harus di ingat ketika belajar tersebut jangan pernah mengganti Alquran yang kita baca, karena hafalan yang telah kita baca tersebut langsung melekat dalam Alquran yang kita baca itu”, jelas Ushamah.

Lebih lanjut beliau menambahkan, “jika ada kerusakan dalam Alquran yang kita baca itu, misalnya sobek lembaran atau rusak tidak masalah untuk diganti, tetapi jika Alquran yang kita baca tersebut tidak rusak dan hanya sekedar lusuh saja tidak boleh diganti karena Alquran tersebut sudah menyatu dengan diri kita lewat hafalan Alquran yang kita baca tersebut”.

Untuk prestasi yang pernah diraih oleh Ushamah Helmi adalah menjadi Juara I Lomba Tahfizh Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Bukittinggi Tahun 2017.

“Saya berharap semoga dengan saya bisa menghafal 15 Juz ini akan bisa menarik minat teman-teman saya dan generasi muda Kota Pariaman untuk ikut menjadi Hafizh dan Hafizhah yang cinta Alquran”, ujar Ushamah yang bercita-cita akan melanjutkan studynya ke Mesir. (Desi)