Ikon ‘Padang Kota Tercinta’ di Gunung Padang Terbakar

TABLOIDBIJAK (Padang) – Ikon Kota Padang atau Landmark ‘Padang Kota Tercinta’ di Kawasan Objek Wisata Gunung Padang terbakar, Sabtu (30/11) pagi sekitar 05.00 WIB. ‘Si jago merah’ berhasil dipadamkan hingga pendinginan sekitar 09.00 WIB.

Kapala Bidang Operasi (Kabid Ops) Damkar Kota Padang, Basril mengatakan, setelah pihaknya mengetahui adanya kebakaran di daerah tersebut, petugas pemadam kebakaran langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memadamkan api sekitar 05.30 WIB. Dengan mengerahkan sebanyak enam unit mobil Damkar.

“Untuk memadamkan api, kita mengerahkan enam unit mobil ditambah satu dari Dinas Kehutanan Sumbar dengan 70 personil,” ujarnya kepada awak media.

Dari keterangan Basril, petugas mengalami kendala karena lokasinya diatas bukit. Kemudian, akses yang tidak bisa dilalui mobil. Untuk itu, petugas menarik selang air ke lokasi titik api.

“Makanya kita kerahkan personil banyak, karena kita menarik selang sepanjang 200 meter untuk sampai ke atas, karena selang ini berat butuh personil banyak,” kata Basril.

Lebih lanjut Basril mengatakan, setelah sampai di TKP api dapat dipadamkan hingga pendinginan sekitar pukul 09.00 WIB. Untuk objek yang terbakar yaitu empat huruf landmark ‘PADANG’.

“Kebakaran ini hanya menyisakan huruf NG, sedangkan PADA-nya habis terbakar. Kemudian, meninggalkan puing-puing besi penyangga,” ujar Basril.

Terkait penyebab kebakaran, pihaknya menduga karena korsleting. Namun, penyelidikan lebih lanjut, ia menyerahkan kepada pihak kepolisian. untuk jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa kebakaran tersebut ditaksir sebesar ratusan juta rupiah.

Selain itu, salah seorang warga kampung Pabayan, Kelurahan Batang Arau, Padang Selatan, Slamat (75 tahun) yang merupakan salah satu pedagang di kawasan tersebut mengatakan, bahwa ia mengetahui ada warga lain yang menyorakan ada kebakaran diatas setelah waktu Salat Subuh. Mengetahui hal tersebut ia langsung menuju lokasi serta turut memadamkan api secara manual.

“Mendengar ada kebakaran, saya langsung ke atas karena kedai saya diatas, sekitar jam 05.30 WIB, saya sampai di lokasi dan melihat sudah terbakar Dua huruf P dan A,” ujarnya.

Kemudian kata Slamat, warga berusaha memadamkan secara manual karena sumber air diatas juga susah, sambil menunggu pihak pemadam kebakaran sampai.

“Melihat api membakar merek besar tersebut warga berusaha memadamkan secara manual, dan tidak berapa lama pemadam kebakaran pun datang datang dan berusaha memadamkan api dengan menggunakan selang panjangnya,” ujar Slamat.

Untuk diketahui, tulisan yang dibangun pada 5 Juli 2017 itu dibangun dengan anggaran sebesar Rp6,37 miliar dengan 180 hari. Ikon tersebut sengaja dibuat mirip dengan ikon Hollywood di Amerika yang terbentang di perbukitan. (fardi)