Tengah Malam Buta, Dua Unit SD Lubes Dilalap ‘Si Jago Merah’

TABLOIDBIJAK (Padang) – Tengah malam buta, dua unit gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 dan 07 yang berada di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, dilalap ‘si jago merah’, Kamis (28/11) sekitar pukul 22.30 WIB.

Informasi yang dihimpun, api menghanguskan lima ruangan di dua sekolah tersebut, diantaranya dua ruangan kelas belajar SDN 02, dua ruangan belajar SDN 07, dan satu ruangan majelis guru SDN 07 hangus terbakar. Kemudian, dokumen, ijazah serta raport siswa.

Kepala Bidang Operasi (Kadis Ops) Damkar Kota Padang, Basril mengatakan kebakaran sempat memicu kemacetan. Pasalnya, lokasi kejadian tidak terlalu jauh dari jalan utama Padang-Solok, jalan sempit, dan dipendakian. Namun arus lalu lintas kembali normal setelah api berhasil dijinakkan.

Dalam usaha memadamkan api tersebut, Damkar Kota Padang mengerahkan sebanyak tujuh unit mobil Damkar. Setelah satu jam kemudian, api berhasil dijinakkan. Namun, kebakaran tersebut menghanguskan empat unit ruang belajar dan satu unit ruangan guru di dua SD berbeda.

“Sedikit kewalahan, untung masyarakat memberi akses jalan penuh dan kami bisa melakukan pemadaman dibantu masyarakat juga. Dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik arus pendek. Soal jumlah kerugian kami serahkan ke pihak kepolisian,” ungkap Basril, Jumat (29/11) di Padang.

Sementara Kepala SDN 02, Nilwanilwati menyampaikan, akibat kebakaran itu, sejumlah ijazah siswa ludes. Adapun ijazah yang ludes itu, mulai tahun ajaran 2017-2018 dan 2018-2019 yang tersimpan di lemari ruangan kelas 6 yang terbakar. Ijazah itu belum diambil, dikarenakan siswa masuk ke SMP mayoritas menggunakan SKUN.

Kemudian Kepala SDN 07 Asdi menambahkan, bahwa aktifitas belajar terganggu. Untuk itu, pihaknya berkerjasama dengan SD 02 untuk menjalankan sistem sift mulai minggu depan.

“Jumat dan sabtu ini kita liburkan anak sekolah. Minggu depan kita gunakan dua sift, SDN 07 masuk pagi, kemudian SDN 02 masuk siang,” ujarnya kepada awak media.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Barlius menyampaikan, memang dua hari ini sekolah di dua SD itu diliburkan. Minggu depan aktifitas sekolah kembali dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada.

“Jadi minggu depan digabung kedua SD ini, karena masih ada lima kelas yang bisa digunakan untuk belajar. Namun, belajarnya dua sift,” ujar Barlius.

Selanjutnya, untuk langkah pembenahan, ia terlebih dahulu melaporkan ke polsek setempat untuk meminta izin pembersihan. Pasalnya jika lokasi tersebut digunakan tentu perlu pertimbangan keamanan, seperti barang atau material yang akan jatuh. (fardi)