Tak Memiliki KTP dan Surat Nikah, Belasan Remaja Diamankan Satpol PP Padang

TABLOIDBIJAK (Padang) – Personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Padang menggelar razia pengawasan penginapan dan kos-kosan yang ada di Kota Padang, Kamis, 28 November 2019. Setidaknya ada 12 wanita dan 7 pria yang berhasil diamankan petugas. Dengan alasan tidak memiliki tanda pengenal seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan surat nikah.

Kasat Pol PP Padang Al Amin mengatakan, saat melakukan razia petugas menemukan adanya penghuni kos-kosan yang tidak memiliki Kartu Tanda Pengenal (KTP). Bahkan, ada juga yang sedang berdua-duaan di dalam kamar. Razia itu dilakukan sesuai dengan Perda 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Kota Padang.

“Mereka yang tidak memiliki ijin ini, biasanya mencari tamu itu bebas sekali. Mereka tidak memikirkan pasangan ilegal atau tidak yang menginap. Padahal penginapan dan kos-kosan ilegal itu dinilai bisa mengganggu ketentraman dan ketertiban warga setempat,” kata Al Amin.

Dari keterangan Al Amin, dalam pengawasan kali ini ada tiga titik lokasi yang ditelusuri di dua kecamatan yang ada di Kota Padang. Diantaranya, Kecamatan Padang Barat dan Kecamatan Padang Selatan.

“Dalam penertiban dan pengawasan kita dapati sebanyak 12 wanita dan 7 pria. Semuanya ada yang tidak memiliki KTP dan ada juga yang tidak memiliki surat nikah,” kata Al Amin.

Selaku penegak Perda kata Al Amin, pihaknya akan terus melakukan penertiban dan pengawasan terhadap penginapan dan rumah kos-kosan yang menyelahi aturan.

Lebih lanjut Al Amin mengatakan, semua yang diamankan langsung dibawa ke Mako Pol PP Kota Padang untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan oleh PPNS. Kemudian orang tua mereka dipanggil sebagai penjamin.

“Untuk sementara kita serahkan ke PPNS untuk di lakukan pendataan dan penyelidikan, jika ada diantara mereka yang bekerja sebagai PSK, maka akan kita kirim ke Andam Dewi Solok untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut, namun jika tidak, mereka cukup dihadiri oleh pihak keluarga sebagai penjamin,” ujar Al Amin.

Dia berharap kepada pemilik penginapan dan kos-kosan yang ada di Kota Padang agar bisa mematuhi aturan yang ada di Kota Padang. Kemudian, bagi penginapan dan kos-kosan yang belum mengantongi izin agar segera mengurus izinnya.

“Kita imbau kepada masyarakat yang ingin menginap di penginapan, atau kos-kosan yang ada di Kota Padang, agar memilih tempat yang sudah memiliki izin dan selalu bawalah identitas diri. Bagi yang sudah berpasangan harus membawa surat nikah, jika tidak dibawa maka akan bertemulah mereka semua dengan Penegak Perda Kota Padang,” imbau Al Amin. (fardi)