Sidang Kerusakkan Mangrove, Ahli Ngaku Tidak Tau Posisi yang Rusak

TABLOIDBIJAK.COM (Padang)—–Sidang kerusakkan mangrove di kawasan Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) 1 A Padang.

Saksi Ahli, Esther mengungkapkan ahli tidak tau tentang di mana letak posisi mangrove yang rusak. Sebab, ia mengaku tidak pernah turun ke lapangan.

“Saya hanya menjelaskan apa yg disodorkan soal masalah yang sedang dipermasalahkan saja,” ungkapnya ketika ditanyai hakim saat persidangan ke 11 itu, Kamis (28/11).

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Gustiarso itu mengagendakan mendegarkan keterangan saksi ahli. Sidang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurutnya, upaya terdakwa menanaman bakau dan pohon pelindung yang bersifat menunjang kehidupan satwa dan habitat di sekitar area itu adalah upaya pencegahan.

Sebab, kegiatan penanaman pohon pelindung dapat mencegah serta mengantisipasi hal-hal yang dapat menimbulkan dampak buruk pada lingkungan masyarakat.

“Kendala di masyarakat itu harus dicegah. Iya, itu salah satu upayanya,” terang dia.

Kemudian, ketika ditanyai hakim ketua soal apakah semua mangrove itu menjadi hutan lindung, saksi menjawab ia sebenarnya bukan ahli khusus tentang mangrove. (tsf)