Catatan Yal Aziz: Hebat Ya, Kadispora Sumbar Terkesan “Lecehkan” Komisi V DPRD Sumbar

Tampaknya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Barat, Bustavidia “terkesan” melecehkan Komisi C DPRD Sumbar. Kenapa? Karena tak menghadiri pertemuan antara pengurus PODSI Sumbar dengan Kadispora Sumbar, untuk membicarakan dan sekaligus membahas persoalan atlet dayung yang namannya tak dikirimkan mengikuti Popnas, di Jakarta, pertengahan. November, 2019 mendatang.

Pertemuan dipimpin langsung Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Muchlis Yusuf Abit, ST. MM dari Fraksi Gerindra, bersama lima anggota DPRD dari Komisi V Sumbar, disalah ruangan di DPRD Sumbar.

Sedangkan dari PODSI Sumbar, dihadiri Ketua PODSI, Ismunandi Syofyan yang juga anggota DPRD Sumbar, dan sekumnya, Prof Eri Barlian, Esneti, Novermal Yuska dan Yal Aziz. Sementara dari Dispora Sumbar dihadiri Kabid Olahraga, Rasyid Sumetri didamping dua stafnya.

Sekem PODSI Sumbar, Prof Eri Barlian yang dipersilahkan pimpinan sidang, Muhklis Yusuf Abit, sangat menyayangkan tindakan dan kebijakan staf Kabid Olahraga, Dispora Sumbar, yang terkesan “kaku” dan “sok kuasa” dalam mengurus nama atlet yang akan dikirim mengikuti Popnas, di Jakarta. Padahal, secara teknis pun, yang akan melaksanakan pertandingan dayung di Popnas tersebut, juga PODSI pusat di Jakarta.

Kemudian, Esneti yang diberikan kesempatan untuk berbicara, spontan menyalahkan Kabid Olahrara Dispora melalui stafnya, yang terkesan “sok kuasa” dengan mengirimkan pesan melalui SMS yang tak mungkin dibalasnya dengan SMS, karena kalimat SMS yag dikirim terkesan angkuh.

Begitu juga dengan Novermal Yuska, yang menyampaikan pokok pikirannya, yang intinya menyayangkan sikap dan prilaku pihak Dispora Sumbar. Kritisi yang sama juga disampaikan Yal Aziz dengan nada keras dan pedas untuk mengkritisi sikap dan tindakan staf Dispora Sumbar, yang kurang paham cara berkomunikasi.

Dialog antara Dispora dengan PODSI Sumbar, berjalan seru dan menarik untuk didengar. Tapi tetap dalam koridor etika dengan penuh persahatan dan penuh penertian kedua pihak, baik dari PODSI dan Dispora, yang sama-sama saling memahami persoalan.

Akhirnya kedua pihak, baik PODSI dan Dispora sama-sama bersepakat untuk mengirimkan kembali nama atlet dayung, jika PODSI Sumbar bisa memasukan nama atlet untuk bisa bertanding, di Popnas.

Dari pertemuan pengurus PODSI dengan Dispora Sumbar, ada hal yang menarik diambil hikmahnya, terutama dalam hal pembinaan atlet. Keduanya pun sepakat untuk menjalin hubungan yang harmonis demi prestasi olahraga Sumbar. Semoga!!!