Pemko Sawahlunto Terima Plakat World Heritage UNESCO

TABLOIDBIJAK.COM (SAWAHLUNTO)—–Pasca penetapan Ombilin Coal Mining Heritage Sawahlunto (warisan pertambangan batubara Ombilin Sawahlunto) sebagai kota warisan budaya dunia/world heritage oleh UNESCO, Kementerian terkait dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus melakukan dukungan dan langkah – langkah untuk mendayagunakan status world heritage tersebut.

Selain mempercepat dirampungkan dan disahkannya Badan Pengelola Ombilin yang diberi kewenangan untuk mengurus hal itu, pemerintah pusat dalam hal ini dikomandoi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) juga berjanji untuk mengadakan rapat koordinasi (rakor) bersama BUMN/institusi dan pemerintah kabupaten/kota terkait untuk mendiskusikan keseriusan komitmen untuk pengelolaan status world heritage ini.

Asisten Deputi (Asdep) Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamudji Lestari menyampaikan, pihaknya saat ini sedang terus berupaya untuk memulai proses pasca penetapan status world heritage Ombilin Sawahlunto, meski saat ini terkendala landasan hukum bagi Badan Pengelola Ombilin.

“Dalam rangka memaksimalkan dan mengefektifkan pengurusan warisan pertambangan batubara Ombilin Sawahlunto ini sengaja kita bentuk Badan Pengelola Ombilin. Namun sayangnya saat ini ada sedikit kendala menyangkut regulasi defenitifnya belum ada. Namun, kita pastikan ini tidak membuat kita berhenti untuk memulai mengurus pasca penetapan world heritage ini. Akan ada sejumlah terobosan yang kami coba lakukan agar Badan Pengelola Ombilin tetap rampung atau pun ada cara lain,” sebut Pamudji Lestari, Selasa 29 Oktober 2019 di Padang.

Pamudji juga mengatakan bahwa paling lambat dalam tahun 2020 nanti, Badan Pengelola Ombilin ini sudah dirampungkan dan disahkan.

Mendukung agar Badan Pengelola Ombilin ini segera rampung dan disahkan, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Najamuddin Ramly meminta agar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun 7 Pemerintah Kota/Kabupaten yang dilalui jalur warisan pertambangan batubara Ombilin Sawahlunto ini juga dapat berinisiatif ‘menjemput bola’.

“Status world heritage ini diberikan bukan hanya kepada Kota Sawahlunto, ini apresiasi bagi Provinsi Sumatera Barat dan bangsa kita Indonesia. Sebab itu, maka setelah memperoleh status ini maka yang akan mengelola dan mengurus juga bukan Sawahlunto saja. Maka, tolong Pemprov Sumbar dan 7 kabupaten/kota lainnya koordinasi juga bantu jemput bola ke pusat agar Badan Pengelola Ombilin maupun hal lain terkait ini segera rampung dengan lancar dan baik,” ujar Najamuddin Ramly.

Sementara, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Prof. Arief Rahman meminta agar langkah yang dilakukan pasca penetapan status world heritage ini melingkupi 3 hal, yaitu ; proteksi, edukasi dan promosi.

“Layaknya setelah memperoleh pengakuan dan penghargaan dari dunia, status world heritage ini harus kita jaga dan kelola dengan baik. Jangan sampai kita menyia – nyiakan kerja dan perjuangan banyak pihak sejak 5 tahun lalu. Maka pastikan aspek proteksi, edukasi dan promosi ini berjalan,” kata Arief Rahman.

Menanggapi hal itu, Walikota Sawahlunto Deri Asta menyatakan bahwa Pemko Sawahlunto siap menindaklanjuti dan memaksimalkan potensi world heritage yang diperoleh pertambangan Ombilin Sawahlunto tersebut, namun harus didukung penuh oleh Kementerian, Pemprov dan juga sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kunci keberhasilan pengelolaannya memang terletak pada dukungan dari Kementerian, Pemprov dan BUMN. Karena kalau untuk anggaran misalnya, tentu APBD Sawahlunto saja tidak akan cukup untuk pembangunan infrastruktur penunjang dan lainnya. Kemudian juga warisan pertambangan batubara Ombilin Sawahlunto ini kan hampir 80 persen merupakan aset milik BUMN, paling banyak itu PT. Bukit Asam kemudian juga PT. Kereta Api Indonesia,” sebut Wako Deri Asta.

Sementara Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan bahwa meski Badan Pengelola Ombilin dan sejumlah hal tindak lanjut lain belum rampung, namun diharapkan kepada 7 Pemerintah Kabupaten/Kota terkait untuk dapat melakukan tindakan untuk memanfaatkan status world heritage pada Ombilin Sawahlunto ini.

“Tadi Walikota Padang Panjang, Fadly Amran mengatakan bahwa di stasiun Padang Panjang beliau akan benahi dan membuatnya lebih instagramable, dibumbui atribut world heritage juga. Sehingga memancing minat wisatawan ke sana. Maka, saya ingatkan Pemkab/Pemko yang lain, kreatif juga dalam memanfaatkan momen ini,” harap Irwan Prayitno.

Tindak lanjut penetapan world heritage pada Ombilin Coal Mining Heritage Sawahlunto, setelah penyerahan plakat dari UNESCO tersebut kepada Pemprov Sumbar dan Pemkot Sawahlunto, yang diselenggarakan Selasa, 29 Oktober 2019 tadi di Auditorium Gubernuran Sumbar. Akan dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi – lokasi terkait warisan pertambangan batubara Ombilin di Sawahlunto, besok (Rabu, 30 Oktober 2019).

Penyerahan plakat world heritage dari UNESCO itu diserahkan oleh Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Prof. Arief Rahman kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Walikota Sawahlunto Deri Asta. Sementara untuk plakat asli, diserahkan untuk disimpan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), yang diterima oleh Sekretaris Utama ANRI, Sumrahyadi.

Plakat replika itu juga diberikan kepada 7 Pemerintah Kota/Kabupaten lainnya yang dilalui rel kereta api dari Sawahlunto ke Pelabuhan Teluk Bayur di Padang. Selain itu, plakat juga diberikan kepada BUMN dan institusi terkait.

Hadir dalam acara penyerahan plakat ini antara lain, Direktur Utama PT. Bukit Asam, Arvyan Arifin dan sejumlah pimpinan BUMN maupun institusi terkait lainnya. (hendra)