RPJMD 2020 Wujudkan Masyarakat Padang Yang Madani

PADANG – Pemko Padang bersama DPRD Kota Padang mulai merancang Rencana Kerja (Renja) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2020. Terungkap pada pembahasan itu, Pemko Padang bertekat mewujudkan Kota dengan masyarakat yang madani berbasis pendidikan, perdagangan dan pariwisata, serta unggul dan berdaya saing.

Sekretaris Daerah Pemko Padang, Amasrul mengatakan garis besar yang diupayakan dalam mewujudkan Kota Padang yang madani adalah dengan memperkuat program pada basis Pendidikan, Perdagangan, serta Pariwisata. Untuk itu, kata Amasrul, setiap basis unggulan itu, nantinya akan diuraikan pada setiap komisi di DPRD.

“Yang seyogyanya menjadi mitra Pemko. Sehingga DPRD juga dapat menyamakan konsep tersebut dalam rangka membangun Kota Padang ke depannya,” kata Amasrul usai pemaparan RPJMD 2019-2024 pada anggota dewan Kota Padang kepada awak media, Jumat (4/10).

Amasrul membeberkan, ada tujuh misi Wali Kota yang diuraikan sehingga masuk kedalam 11 program unggulan. Ini lah yang dirembukan bersama OPD dengan DPRD Kota Padang. Pertama kata dia, fokus Pemko Padang pada pendidikan karena untuk menciptkan masyarakat yang madani jika tidak berpendidikan hal itu mustahil.

Pada program pendidikan, sebut Amasrul, Pemko Padang masih mempertahankan program baik yang telah terlaksana sebelumnya. Seperti Pesantren Ramadhan, program 18 21. Program itu baik, sebab dapat menghasilkan pelajar yang berkarakter.

Selain itu untuk program Pariwisata, Amasrul menyebut, program yang mengedepankan wisata halal, bersih serta penuh dengan keramahan. Untuk itu, Amasrul berharap, setiap OPD yang ada dapat mendukung secara langsung dalam mewujudkan program dimaksud.

“Berpendidikan yang berkarakter yang kita ciptakan. Disamping pendidikan sekolah-sekolah agama, kita tetap melaksanakan peserta ramadhan agar terwujud masyarakat madani,” ujar Amasrul.

Begitu juga perdagangan, sebut Amasrul, diciptakan perdagangan yang madani dengan menyuguhkan konsep halal terbaik. Artinya ada program di OPD tersebut untuk masyarakat membuat perdagangan yang baik. Sehingga UMKM meningkat dan perdagangan lebih persentatif.

“Kita ciptakan wisata yang ramah, halal, dan bersih. Ini lah yang didukung dengan kebersihan kota. Maka ada program edukasi kepada masyarakat supaya orang yang datang ke Padang ada kesan,” tandas Amasrul.

Dalam acara renja itu, Pemko Padang mendapat banyak masukan dari para wakil rakyat. Seperti Wakil Ketua I DPRD Kota Padang, Arnedi Yarmen. Ini bentuk tanggungjawab Wali Kota dalam memenuhi janjinya saat kampanye yang disampaikan kepada masyarakat. Karena, visi-misi RPJMD merupakan Wali Kota terpilih.

Jika dilihat pada paparan RPJMD tersebut, kata Arnedi, sebuah komitmen yang dulu disampaikan ketika pencalonan menjadi Wali Kota untuk merealisasikan dalam bentuk program pada masyarakat dan juga bentuk pengayaan dengan DPRD sebagai representatif rakyat yang diungkuri.

Secara politiknya, sebut Arnedi, RPJMD bisa dijadikan Peraturan Daerah (Perda). Maka legislator memiliki peran mengkritisi dan memperbaiki terhadap visi-misi Pemko Padang. Target Kota Padang ini adalah masyarakat madani. Perlu dipersiapkan sarana pendukungnya baik dari pendidikan hingga perdagangan.

“Kita harus siapkan saran pendukungnya, kalau dari pendidikan maka harus dipersipakan karakter pendukung masyarakat madani ini. Kemudian perdagangan diharapkan bagi masyarakat bagaimana bisa menunjukkan kota kita madani,” ulas Arnedi.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Azwar siry mengatakan, jika berbicara soal RPJMD khususnya pendapatan maka perlu cacatan atau pemetaan yang tertata guna mengansitipasi ketidaksingkronan program-program kedepannya. Namun rapat Renja saat ini sejumlah OPD tidak memetakan hal tersebut.

“Itu harus kita semacam cacatan pada RPJMD. Sekarang tidak ada itu, jadi sekarang kita coba ingatan itu agar program dan kegiatan itu harus jelas,” ujar Azwar Siry.