Puan Maharani Ketua DPR RI Perempuan Pertama di Indonesia

JAKARTA – Pelantikan pimpinan DPR periode 2019-2024 akan digelar malam nanti. Puan Maharani dari PDIP dipastikan menjadi Ketua DPR.

“Nanti malam jam 19.00 WIB ada rapat paripurna untuk ambil sumpah janji Ketua DPR yang definitif. Puan Maharani ketuanya,” ujar Ketua DPR sementara, Abdul Wahab Dalimunthe, seusai rapat konsultasi bersama fraksi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Dalam rapat konsultasi, fraksi-fraksi yang berhak mendapat kursi pimpinan DPR mengirimkan nama kadernya. Hanya PKB yang masih meminta waktu hingga pelantikan dilakukan.

“PKB belum. Jadi nanti satu jam lagi baru. Dia minta waktu satu jam lagi,” sebut Abdul.

Anggota DPR tertua di periode ini menyebut PKB belum memberi kisi-kisi siapa yang akan ditunjuk sebagai pimpinan DPR. Abdul juga mempersoalkan mengapa Muhaimin Iskandar yang merupakan anggota fraksi sekaligus Ketum PKB tak hadir di rapat konsultasi.

“Aturannya Muhaimin lah ya yang datang, ya kan,” kata Abdul.

Abdul lalu merinci 3 wakil ketua DPR yang sudah dipastikan oleh fraksi-fraksi yang mendapat jatah kursi pimpinan DPR. Untuk Golkar adalah Azis Syamsuddin, Gerindra adalah Sufmi Dasco Ahmad, dan NasDem adalah Rachmat Gobel.

Pimpinan DPR itu akan dilantik oleh Mahkamah Agung. Total ada 1 ketua dan 4 wakil ketua DPR.

Puan Maharani Nakshatra Kusyala (lahir di Jakarta, 6 September 1973; umur 46 tahun) adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja (2014–2019). Puan pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk tahun 2012 – 2014. Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen), dan juga sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR menggantikan Tjahjo Kumolo yang telah menjabat selama sembilan tahun.

Puan Maharani

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia ke-16

Masa jabatan
27 Oktober 2014 – 1 Oktober 2019
Presiden
Joko Widodo

Pendahulu
Agung Laksono

Pengganti
Darmin Nasution
(Plt.)

Ketua Fraksi PDI-P DPR RI
Masa jabatan
23 Januari 2012 – 27 Oktober 2014

Lahir :
Puan Maharani Nakshatra Kusyala
6 September 1973 (umur 46)

Partai politik :
PDI-Perjuangan

Pasangan :
Hapsoro Sukmonohadi

Hubungan kerabat :
Soekarno (kakek)
Muhammad Prananda Prabowo (kakak tiri)

Anak :
Diah P.O.P Hapsari
Praba D.C.K Soma

Orang tua :
Taufiq Kiemas
Megawati Soekarnoputri

Almamater : Universitas IndonesiaProfesi

Profesi : Politikus

Cucu dari Presiden pertama RI Soekarno dan anak dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dari pernikahannya dengan Taufiq Kiemas ini sudah mengenal dunia politik sejak usia sangat muda. Ia merupakan Sarjana Ilmu Komunikasi lulusan Universitas Indonesia dan ia meneruskan tradisi politik dalam keluarga Soekarno.

Sampai masa sekolah dasar (SD), Puan Maharani menjalani kehidupan secara normal walaupun sebagai cucu dari sang Proklamator Bung Karno. Persinggungan pertama Puan Maharani dengan politik adalah saat duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) ketika ibunya Megawati mulai aktif kembali dalam kancah perpolitikan Indonesia. Di kala itu Megawati mulai sering berkeliling Indonesia dan Puan Maharani kecil mulai menyaksikan bagaimana seorang politisi bekerja.

Beranjak ke masa sekolah menengah atas (SMA), Puan Maharani mulai mendampingi dan menyaksikan langsung ibunya dalam kegiatan politik. Bahkan Puan Maharani pernah menyaksikan ketika ibunya, Megawati, dikonfrontir langsung oleh utusan penguasa yang melarang ia masuk dalam struktur PDI. Di situ Puan Maharani belajar bagaimana secara tenang menghadapi tekanan politik dan tetap berpegang teguh pada perjuangan.

Masa kuliah Puan Maharani di Universitas Indonesia FISIP Jurusan Komunikasi Massa berlangsung normal seperti mahasiswi lainnya. Puan Maharani juga berkesempatan magang di majalah Forum Keadilan dan merasakan tantangan dunia jurnalistik seperti mencari nara sumber dan kesibukan di kantor menjelang naik cetak.

Setelah itu Puan Maharani terus mendampingi, menyaksikan dan belajar dari ibunya, Megawati, saat ia melalui berbagai peristiwa politik yang melahirkan PDI Perjuangan. Begitu juga saat para aktivis dan pejuang reformasi berkumpul di rumah Kebagusan, Puan Maharani ada di situ mendengar berbagai pembicaraan mereka termasuk membantu di dapur umum.

Waktu terus bergulir dan Puan Maharani selain turut menjalankan usaha keluarga juga terus mendampingi ibunya, Megawati, dalam berbagai acara politik, termasuk saat lahirnya PDI Perjuangan. Beberapa kali Puan Maharani diajak untuk mulai benar-benar terjun ke dunia politik tapi dia merasa belum waktunya karena kedua anaknya masih perlu didampingi orangtuanya.

Pada tahun 2006 Puan Maharani akhirnya mulai secara aktif terlibat dalam organisasi politik. Pertama menjadi anggota DPP KNPI Bidang Luar Negeri. Puan Maharani akhirnya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2009 dari Dapil Jawa Tengah V (Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali). Puan Maharani akhirnya terpilih dengan suara terbanyak kedua di tingkat nasional yaitu 242.504 suara.

Di internal PDI Perjuangan, Puan Maharani dipercaya menjadi Ketua Bidang Politik & Hubungan Antar Lembaga yang memiliki peran strategis