Pemerintah Kuasai Parlemen PKPI Menolak Disebut Partai Oposisi

TABLOIDBIJAK.COM Sawahlunto Koalisi Fraksi – fraksi pendukung pemerintah di DPRD Sawahlunto Periode (2019 – 2024) diperkirakan sementara menjadi 12 kursi.

Jumlah itu berasal dari gabungan koalisi parpol Golkar, PKS dan Gerindra ditambah PAN, Nasdem dan PPP. Enam parpol tersebut sepakat membentuk dua Fraksi yang masing masing Fraksi terdiri dari 6 kursi.

Fraksi adalah pengelompokan anggota dewan berdasarkan konfigurasi partai politik hasil pemilihan umum. Fraksi bukanlah merupakan alat kelengkapan DPRD seperti layaknya Pimpinan DPRD, Badan Musyawarah (Bamus), Komisi, Panitia Anggaran atau Panitia Khusus (Pansus).

Pembentukan fraksi bertujuan mengoptimalkan dan membuat efektif pelaksanaan tugas, wewenang, dan hak Dewan. Meski bukan alat kelengkapan Dewan yang mempunyai penjabaran tugas tertentu, dalam kenyataannya fraksi mempunyai peran yang signifikan.

Ketua DPD Nasdem Kota Sawahlunto H Taufik Syahrial membenarkan Partai Nasdem telah menjalin komunikasi dengan mitra koalisi PAN, Golkar, PPP, PKS dan Gerindra

Dijelaskannya, Partai Nasdem, PAN dan Golkar bergabung menjadi satu Fraksi. Sedangkan PPP, PKS dan Gerindra digabung menjadi satu Fraksi

Sementara itu, Partai PPP sebelumnya punya keinginan membentuk Fraksi sendiri, akhirnya berkoalisi dengan PKS dan Gerindra.

Ketua DPC Kota Sawahlunto Adi Iktibar mengatakan, partainya tidak mau menjadi singel minorty dengan membentuk Fraksi sendiri meskipun PPP memenuhi syarat fraksi minimal tiga kursi yang dimiliki PPP

“Sementara kini sudah ada 12 kursi parpol menyatakan sikap untuk bersama sama dengan kami membentuk Fraksi. Kami membaginya menjadi dua fraksi fraksi, masing masing Fraksi terdiri dari 6 kursi,” ujar Adi Iktibar

Sementara itu, Ketua Partai Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) Kota Sawahlunto Ismed menyatakan dirinya tidak setuju Partai PKPI disebut sebagai partai oposisi pemerintah.

Sebagai partai pemenang Pileg 2019, dikatakan Ismed Partai PKPI ingin menjalankan roda pemerintahan bersama sama dengan eksekutif agar percepatan pembangunan dapat terlaksana dengan baik

Ismed menolak jika kemenangan PKPI itu dikaitkan dengan kontestasi Pilkada 2024 nanti. Ismed mengatakan, dirinya belum berfikir maju dalam Pilkada 2024 nanti.

” Jangan ditanya saya akan maju atau tidak. Kasian masyarakat kita nanti terbelah. Saya belum berfikir kesitu, masih jauh. Kehadiran saya menjadi Wakil Walikota dulu dan kini menjadi Ketua PKPI hanya ingin mengabdi kepada masyarakat. Sebagai ketua partai, Saya akan terus mengontrol pandangan pandangan Fraksi PKPI di Dewan nantinya,” ujar Ismed, Senin (12/8) di Kantor DPK PKPI Kota Sawahlunto, Santur

Apakah PKPI akan berkoalisi dengan PDIP menjadi satu Fraksi? Ismed mengatakan, partainya tetap terbuka untuk berkoalisi dengan partai manapun.

” Kita terbuka dengan siapapun yang ingin bergabung,” ujar Ismed

Sementara dua parpol lainya, Partai Demokrat dan Partai Perindo diprediksi juga akan membentuk koalisi fraksi sendiri. Ketua DPC Partai Demokrat Sawahlunto Weldison mengungkapkan bahwa Partai Perindo dan Demokrat punya chemisty sejak lama. (hendra idris)