Pandangan Umum Gubernur Sumbar Atas Pandangan Fraksi Terhadap Ranperda APBD Perubahan 2019

TABLOIDBIJAK (Padang) — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Jawaban Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Ranperda tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019, Kamis (8/8/2019).

Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim, dan diikuti sebanyak 35 orang anggota dewan lainnya.

Dikatakannya, fraksi-fraksi DPRD Sumbar telah menyampaikan pandangan umum fraksinya yang cukup banyak pertanyaan, tanggapan dan masukan yang disampaikan terkait dengan usulan rencana belanja yang akan ditampung dalam rancangan perubahan APBD tahun 2019.

Selain itu, fraksi juga menyorot rendahnya realisasi belanja OPD-OPD pada semester pertama tahun 2019.

“Terkait proyeksi pendapatan, terdapat penurunan penerimaan daerah yang bersumber dari PAD, yang merupakan kinerja untama pendapatan daerah. Untuk itu, fraksi mendorong Pemda untuk lebih mengoptimalkan semua potensi penerima dari PAD, sehingga tidak terjadi penurunan penerimaan daerah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, usulan alokasi belanja daerah yang akan ditampung pada perubahan APBD 2019. Perlu memperhatikan ketersediaan waktu, kelengkapan administrasi sertamemperhatikan capaian target kinerja pembangunan daerah.

“Besarnya sisa anggaran yang terjadi pada pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2018, diharapkan tidak terulang kembali, karena dapat mempengaruhi pencepatan pembangunan daerah,” harapnya.

Sedangkan terkait rendahnya realisasi anggaran OPD-OPD pada semester pertama tahun 2019 yang rata-rata baru mencapai 38,31 persen. Oleh karena itu, Pemda diminta untuk mengevaluasi dan menyesuaikan kembali pada perubahan APBD 2019.

Menjawab hal tersebut, disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mewakili Gubernur Sumbar yang berhalangan hadir.

Adapun dalam nota jawaban yang disampaikan, bahwa perubahan anggaran 2019 terjadi penurunan PAD sekitar 140 miliar. Oleh karena itu, apakah dengan adanya penurunan itu tidak akan mempengaruhi target.

“Kita sesuaikan dengan kebutuhan dan sesuaikan juga dengan anggaran yang tersedia, sehingga nantinya tidak terjadi defisit pada saat kita penyusunan APBD,” ujar Nasrul Abit, mantan Bupati Pessel dua periode itu. (fardi)