Catatan Yal Aziz: Pilbup Pessel 2021-2026 Pertarungan Hendrajoni dan Rusma Yul Anwar

GONJANG-ganjing seputar bakal calon Bupati Pesisir Selatan periode 2021-2026 telah mulai menjadi gunjingan masyarakat, baik yang berada dikampung halaman maupun yang diperantauan.

Kemudian, nama-nama yang dipergunjingkan tersebut mencuat dari berbagai latar belakang profesi, baik dari birokrasi, akademisi, sampai kepada pelaku usaha hingga non government organisasional (NGO). Bahkan, berdasarkan hasil survei lembaga PollingKita.com, 13 Juni 2019 pukul 11.45 lalu, muncul delapan nama.

Yang hebatnya, dari delapan putera terbaik tersebut nama Syaiful Ardi yang berlatar belakang politisi menempati posisi tertinggi, dengan hasil 40,2 persen. Sedangkan posisi kedua ditempati Rusma Yul Anwar yang kini wakil bupati sebesar 22.3 persen dan diikuti Bakhtiar Effendi (akademisi) 13.3 persen.

Kemudian urutan keempat bertengger nama petahana Hendrajoni, dengan 12.7 persen responden. Disusul nama Ary Tanjung, Syafrizal Ucok, Yosi Afianto dan Marjoni Caniago masing-masing di bawah lima persen.

Jika kita bertitik tolak dengan hasil survei PollingKita.com, sekilas kita dapat gambaran tentang sosok petahana Wakil Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar yang telah meraih nilai 22,3 persen dan sementara Bupati Pessel Hendrajoni 12,7 persen.

Secara fakta, tampaknya publik di Pesisir Selatan dan diperantauan telah mengetahui jika hubungan kedua patahana Hendrajoni dan Rusma Yul Anwar hanya mesra selama tiga bulan dan setelah itu terjadi “perang dingin” kedua patahana tersebut. Bahkan publik di Pesisir Selatan tahu dan mempergunjingkan kalau kasus yang melilit Rusma Yul Anwar dengan tuduhan merusak hutan bakau di kawasan Mandeh, katanya disutradarai Hendrajoni, meskipun tak ada bukti ilmiah.

Tapi yang namanya ciloteh dilapau, sangat banyak yang mempergunjingkan hubungan kedua patahana di pemerintahan Kebupaten Pesisir Selatan, yang memvonis hubungan kedua patahana sudah tak aman alias pacah konsi. Bahkan ada yang menuding dengan tegas, kalau hubungan kedua patahana, bisa dikatakan sudah tidak seiring sejalan lagi dalam menjalankan roba pemerintahan Pesisir Selatan. Bagaimana dengan fakta yang sebenarnya? Antalah he he he (Penulis wartawan Padangpos.com)