Catatan Yal Aziz: Menjual Pariwisata Sumbar dan Kerinci Melalui Tour de Singkarak

BAGI pembalap sepeda dunia, nama Tour de Farnce sudah tak asing lagi. Kenapa? Karena balap sepeda yang telah dimulai sejak, 1903 lalu itu sudah menjadi ajang bergensi bagi pembalap sepeda dunia. Bahkan kejuaraan ini merupakan balapan jalanan jarak jauh untuk pembalap sepeda profesional yang diadakan sepanjang tiga minggu pada bulan Juli di Prancis.

Begitu juga dengan Tour de Singkarak, yang juga merupakan kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International) yang diselenggarakan setiap tahun di Sumatra Barat. Bahkan, kejuaraan yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 ini merupakan balapan jalan raya jarak jauh yang umumnya diadakan sekitar bulan April hingga Juni dan berlangsung selama seminggu. Kejuaraan ini telah menjalin kerjasama dengan Amaury Sport Organisation yang menjadi penyelenggara Tour de France di Prancis.

Sesuai dengan namanya, Singkarak yang merupakan danau terbesar di Sumatra Barat menjadi bagian dari jalur lintasan Tour de Singkarak. Selain itu, beberapa kawasan wisata lain juga menjadi bagian dari jalur lintasan, termasuk Lembah Harau, Danau Maninjau, Kelok 44, Danau Di atas, dan Danau Dibawah.

Konon kabarnya, Tour de Singkarak akan memperluas daerah jelajah. Bahkan, direncanakan pebalap TdS 2019 akan melewati dua etape di Jambi dengan rincian etape Kabupaten Kerinci: Start di DTW Pemkab Kerinci, Air Terjun Telun Berasap dan finis di Danau Kerinci.

Selanjutnya Etape Kota Sungai Penuh; star Lapangan Mardeka Sungai Penuh dan Finish Pantai Carocok Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.

Secara promosi wisata, kejuaaraan Tour de Singkarak sangat bermanfaat bagi Sumatera Barat dalam memperomosikan objek wisatanya. Bahkan, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, dulu sebelum gempa, wisatawan mancanegara yang datang begitu banyak dan pasca terjadinya gempa berkurang alias merosot. Tapi kini setelah didakan Tour de Singkarak, kunjungan wisata meningkat kembali ke Sumatera Barat.

Kedepan, kita tentu berharap agar ajang Tour de Singkarak digarap secara profesional dengan melibatkan berbagai sponsor pendukung. Kemudian, semua kepala daerah dengan dinas pariwisatanya bekerja secara profesional. Yang tak kalah pentingnya mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi mensukseskan pelaksanaan Tour de Singkarak dengan segala potensi yang dimiliki masyarakat disetiap daerah yang dilalui pembalap.

Bila perlu disetiap rute yang dilalui pembalap dan ajang tempat beristirahat diadakan pusat kuliner dan bazar murah, serta hiburan rakyat sesuai kondisi daerah yang dilalui pembalap. Yang tak kalah pentingnya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkenalan dan berfoto bersama pembalap yang berdatangan dari manca negara tersebut.

Yang tak kalah pentingnya meliput atau menyiarkan langsung pelaksanaan Tour de Singkarak melalui jaringan televisi dunia secara langsung sebagaimana Tour de France. Kemudian hadiah utama dan hadiah lainnya, harus luar biasa dan wah. Tujuannya, agar mengundang pembalap dari manca negara datang untuk berlomba.