Catatan Yal Aziz: Menggantang Peluang Cagub Sumbar 2020

JIKA kita berbicara masalah sejarah pemilihan Gubernur Sumatera Barat, 2016-2021, hanya muncul dua kandidat yang bersaing waktu itu, yakni Muslim Kasim-Fuazi Bahar dan Irwan Prayitno-Nasrul Abit. Pemenangnya pasangan Irwan Prayitno dan Nasrul Abit, yang diusung PKS, Gerindra dengan perolehan suara 1.175.856 (58 %).

Sementara pasangan Muslim Kasim- Fauzi Bahar diusung PAN, PDIP, Partai Nasdem dan Hanura dengan perolehan suara 830.131 (41 %). Sementara suara sah, 2.055.989 dan suara tidak sah atau golput 1.406.013.Sementara pemilih terdaftar 3.522.002. Sumber KPU Sumbar.

Kini di pilgub Sumbar 2020 berdasarkan berita dari tribunsumbar.com, yang dirangkum dari ciutan netizen di media sosial, muncul tiga nama yang mulai mengapung untuk Cagub Sumbar di Pilgub 2020, yaitu Irjen Pol Fakhrizal (Kapolda Sumbar), Nasrul Abit (Wagub Sumbar) dan Mulyadi (Anggota DPR RI).

Kemudian dari cuitan generasi milenial, muncul nama Walikota Padang Panjang Fadly Amran, Bupati Dharmasraya Sutan Riska, Andre Rosiade (politisi Partai Gerindra) dan Ketua KPI Pusat Yuluandre Darwis.

Untuk Cawagub sepertinya ada banyak tokoh dan elite Sumbar yang masuk radar Pilgub 2020, sebut saja Indra Catri (Bupati Agam), Ali Mukhni (Bupati Padang Pariaman), Alwis (Sekda Sumbar), Shadiq Pasadique (tokoh Tanah Datar), Riza Fahlepi (Walikota Payakumbuh) dan Adip Alfikri (kadis pendidikan sumbar).

Jika kita menakar dari dukungan suara partai, minimal partai atau gabungan partai bisa mengusung calon kepala daerah di Pilkada yakni 20 % dari total kursi DPRD, atau 25 % dari total suara sah saat Pemilu. Maksudnya, untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar dibutuhkan minimal 20 % dari total kursi DPRD Sumbar yang 65, atau 13 kursi.

Berdasarkan konfigurasi partai yang berhasil memperoleh kursi di DPRD Sumbar pada Pileg 2019 ini, hanya Partai Gerindra yang bisa mengusung sendiri pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dengan 14 kursi. Sementara partai lainnya harus berkoaliasi, dimana PAN, PKS dan Partai Demokrat, sama-sama mendapatkan 10 kursi. Golkar 8 kursi, PPP 4 kursi, seterusnya NasDem, PKB dan PDIP masing-masing 3 kursi.

Dari data dan fakta yang ada, diperkirakan akan muncul pencalonan gubernur dan wakil gubernur, yakni Gerindra, PAN, PKS, Demokrat dan Golkar. Tapi partai-partai yang kecil kursinya, kalau berkoalisi akan bisa juga membuat poros tersendiri, PPP, NasDem, PKB dan PDIP totalnya 13 kursi.

Untuk itu wajar jika muncul prediksi akan muncul tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Sumbar 2020 mendatang. Dugaannya, satu pasang di-inisiasi Gerindra –apakah kemudian sesuai fatsun politik di pusat akan berkoalisi dengan PKS. Satu lagi Partai Demokrat –apakah berkoalisi dengan PAN. Dan terakhir Golkar –berkoalisi dengan partai-partai yang memiliki kursi kecil,”

Seandainya Partai Gerindra nekat mengusung sendiri, bisa jadi akan ada 4 pasang calon. Dimana PKS berkoalisi dengan PAN, Partai Demokrat dengan Golkar, atau komposisi lain di antara ke-empat partai tersebut. Satu pasangan lagi partai-partai yang kecil kursinya. Tapi jika muncul calon dari independen akan menjadi lima kandidat. Konon khabarnya, Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal, akan maju memalui jalur independen. Kondisi ini, jelas kian membuat Pilgub Sumbar kian semarak dengan lima kandidat.

Sebagai kandidat yang digadang-gadangkan di Pigub 2020, nama Irjen Pol Fakhrizal, sudah kian didenggungkan sejak duat tahun lalu dengan berbagai kegiatan yang dilakukannya, seperti kerjuaraan tenis, lomba perahu Dayung Palinggam dan lomba lagu bernuansa Minang. Yang hebat dan menariknya, Irjen Pol Fakhrizal langsung sebagai sponsor tunggal.

Begitu juga dengan cagub Mulyadi, yang nama dan balihonya sudah bertaburan di berbagai pelosok Ranah Minang. Bahkan, sebagai salah seorang politisi, Mulyadi meraup suara yang sangat signifikan untuk berhasil kembali duduk kembali sebagai anggota DPR RI dan Partai Demokrat.

Sementara nama Nasrul Abit kin berkibar dengan keberhasilan Partai Gerindra sebagai partai pemenang di pemilu legislatif 2019.

Kini tinggal nasib dan ke piawaian masing-masing ketiga cagub dalam memilih pasangan untuk maju di Pilgub Sumbar. Soalnya, salah dalam menentukan wakil akan berdampat terhadap peluangnya. Semoga!. (penulis wartawan tabloidbijak.com)