Catatan Yal Aziz: Meneropong Peluang Irjen Pol Fakhrizal DIpilgub Sumbar

NAMA Kapolda Sumatera Barat, irjen Pol Drs Fakhrizal MHum termasuk sederatan figur yang digadang-gadangkan untuk bersaing di Pilgub Sumbar, 2020 mendatang. Bahkan nama Kapolda Sumbar, Irjen Pol Drs Fakharizal Mhum masuk rangking papan atas versi Indeks News sebuah lembaga survei yang telah mempublikasikan hasil surveinya di face book dan WhatsApp.

Dari unsur politisi muncul nama Mulyadi dari Partai Demokrat yang sekarang masih duduk sebagai anggota DPR RI. Begitu juga dengan Tifatuk Sembiring anak rang Agam dari PKS, serta Emma Yohanna Anggota DPD RI dari jalur independen.

Kemudian dari kalangan birokrasi muncul pula nama Indra Catri yang masih menjabat Bupati Agam, Archandra Tahar Wamen EDSM, Riza Falevi, (Walikota Payakumbuh), Ali Indeks Mukhni (Bupati Padang Pariaman), M. Shadig Pasadigoe, (Mantan Bupati Tanah Datar), Fauzai Bahar (mantan Walikota Padang), Yuliandre Darwis (Ketua KPI Pusat).

Secara tioritis hasil polling ini memang tidak menjamin kandidat berhasil dalam pertualangan dikancah politik. Setidaknya hasil polling bisa memberikan gambaran kepada masyarakat untuk memilih calon yang disukainya.

Khusus irjen Pol Drs Fakhrizal MHum yang kini masih bertahta sebagai Kapolda Sumatera Barat, mendapat dukungan komentar dari tokoh masyarakat Buya Mas’ud Abidin. Katanya, Sumatera Barat, pernah berjaya dipimpin perwira tinggi polisi, mendiang KOMBESpol.png Komisaris Besar Polisi Kaharudin Dt Rangkayo Basa, yang menjadi gubernur 1958-1965. Kini, sudah saatnya pula Sumbar dipimpin perwira tinggi polisi seperti Irjen Pol Fahkizal Mhum.

Diakui, kedepan Sumatera Barat butuh sosok pemimpin yang visioner, tegas, dan berani mengambil kebijakan. “Sosok itu ada pada pak Fakhrizal. Kita objektif saja menilai. Selama menjabat Kapolda Sumbar, pak Fakhrizal tidak terdengar aneh-aneh. Tidak ada beking-bekingan lagi, ini kemajuan luar biasa,” kata Haji Desra, intelektual muda Luak Limopuluah, sebagaimana dilansir media online Prokabar.com. Jum’at, 7 Juni, 2019, di Rumah Doi Kafe, Payakumbuh.

Dari sisi lain pun, Fakhrizal juga punya talenta sebagai anak Minang. Bahkan selama bertugas di Sumatera Barat, sudah banyak kegiatan sosial dilakukannya terutama di bidang olahraga, seperti melaksanakan kejuaraan tenis, dan lomba perahu Dayung Palinggam. Begitu juga di dunia musik, seperti melaksanakan fetival lagu Minang. Yang hebatnya, setiap kegiatan yang dilaksanakan, Fakhrizal tak mau merangkul seponsor, dan semua biaya pelaksanaan ditanggungnya sendiri dan kegiatannya pun sukses.

Di dunia politik diakui juga, Fakhrizal hanya sebagai pengamat dan pengaman. Bahkan Fakhrizal konon kabarnya kurang berminat atau berselera untuk maju di Pilgub Sumbar memanfaatkan partai politik. Konon kabarnya Fakhrizal akan maju melalui jalur independen.

Rasanya, keinginan seornag Fakhrizal untuk maju bersaing di Pilgub Sumbar, 2020 mendatang perlu juga disimak dan dianalisa secara bersama dengan pertimbangan lebih kepada kepentingan kamjuan masyarakat Ranah Minang kedepan. Kenapa? Karena kegagalan dalam menentukan pemimpin, akan berdampak kepada kamajuan Sumbar lima tahun kedepan dan selanjutnya.

Kini, mari kita berhati-hati dalam memilah, memilih dan menentukan sikap dalam memilih sosok pemimpin Sumatera Barat kedepan. Yang perlu diingat, Sumatera Barat punya ciri khas tentang perpaduan antara agama dan adat dengan kata tegas Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah. Yang tak kalah pentingnya, Tim Sukses yang akan memppromosikan sosok Fakhrizal. Berapapun hebatnya seorang Fakhrizal, tak akan menuai sukses jika diurus pialang politik yang bermental calo dan tukang pakang. (Penulis wartawan Tabloidbijak.com dan Ketua SMSI Sumatera Barat).