Harapan Warga Kepada Mahyeldi dan Hendri Septa

Padang – Kota Padang punya pemimpin baru. Wali Kota Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Wali Kota Hendri Septa dilantik Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di Aula Gubernuran, Senin (13/5/2019). Tentunya ada harapan baru dari masyarakat kepada pasangan ini untuk lima tahun ke depan.

Diakui banyak orang, wajah kota Padang jauh berubah sejak di tangan Mahyeldi dan Emzalmi pada kurun waktu lima tahun belakangan (2014-2019). Padang sudah mampu menjadi etalase bagi Sumatera Barat. Cukup banyak perubahan yang dilakukan, seperti penataan objek wisata, pendidikan, infrastruktur penting, perdagangan, dan lainnya.

Masyarakat tentunya tak ingin sampai di situ. Harapan besar disematkan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang terpillih, Mahyeldi dan Hendri Septa. Masyarakat berharap, loncatan pembangunan Padang lebih dari sebelumnya.

“Harapan kita sebagai warga kota tentu di periode kedua pak Mahyeldi ini semangat mempercantik kota tidak sampai kendor. Tapi saya percaya, pak Mahyeldi dan pasangannya tak seperti itu, saling bekerjasama membangun Padang,” ujar Zulfikar, seorang warga berdomisili di Balai Baru, Selasa (14/5/2019).

Pada Pilkada lalu, jumlah suara untuk Mahyeldi dan Hendri Septa mencapai 62,92 persen. Artinya, warga begitu puas dengan kepemimpinan Mahyeldi di periode pertama. Dan berharap pada periode kedua bersama Hendri Septa, masyarakat semakin terpuaskan dan Pemko Padang semakin dekat dengan warga kotanya.

“Saya melihat kepemimpinan Mahyeldi adalah kesederhanaannya. Bagi Mahyeldi, memimpin rakyat di suatu kota berarti bersama-sama dengan warga kota. Berada di tengah-tengah warga, mendengar keluhan serta persoalan yang dirasakan warga,” ungkap wartawan senior, Wiztian “Cici” Yoetri.

Dikatakannya, Wakil Wali Kota Hendri Septa merupakan generasi muda yang diharapkan menjadi energi baru bagi Kota Padang. Dengan latar belakang pendidikan bisnis di Australia, Hendri Septa sekaligus diharapkan menjadi inspirasi bagi Padang sebagai kota perdagangan dan kota wisata.

“Kita berharap di bawah kepemimpinan Mahyeldi dan Hendri Septa, pelayanan publik untuk semua urusan menjadi salah satu kekuatan utama kepemimpinan Mahyeldi – Hendri Septa. Kantor-kantor OPD, kecamatan sampai kelurahan hendaknya menjadi kantor yang terbuka dan menyenangkan bagi siapapun yang berurusan. Realitas ini harus menjadi niat baik ASN-nya. Jadikan bekerja adalah ibadah. Insya Allah Kota Padang menjadi negeri Baidatun Tayybaitun Warabun Gafur,” sebut Cici.

Pembangunan Kota Padang tidak saja urusan fisik semata. Akan tetapi juga urusan Sumber Daya Manusia (SDM). Pengacara sekaligus pengajar, Miko Kamal berharap, pemerintahan di bawah kendali Mahyeldi Ansharullah dan Hendri Septa mesti mencurahkan perhatian pada pembangunan jiwa (nonfisik).

“Biar fokus, saya mengusulkan Wawako Hendri Septa diberi tugas khusus oleh Wali Kota untuk memimpin pembangunan jiwa. Konsep pembangunan jiwa dapat dilakukan dengan pembenahan dan atau penguatan konsep pendidikan dasar dan penegakan hukum (sesuai dengan kewenangan daerah) yang tegas dan berkelanjutan (konsistensi berhukum),” tukuk Miko Kamal.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang terpilih juga memiliki visi dan misi ke depannya. Sebentar lagi, akan dibangun “Youth Center” atau pusat kepemudaan di Kota Padang. Program pro anak muda ini dicetuskan guna memaksimalkan talenta anak muda yang ada di Padang.

“Harapan kita tentunya ‘Youth Center’ yang digencarkan saat kampanye mesti diaktualkan secara bertahap, koordinasi harus dimantapkan dan dikomitkan dari awal, agar dalam perjalanan tetap akur demi menahkodai Padang yang lebih baik,” kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Andalas yang juga redaktur di Harian Singgalang, Effendi.(Charlie)