Bank Indonesia dan Ulama Ajak Masyarakat Bijak Berbelanja

Padang – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat, Wahyu Purnama mengatakan Bank Indonesia bersama ulama mengimbau masyarakat Kota Padang untuk bijak dalan berbelanja.

“Kita meminta kepada para ulama untuk dalam tausyiahnya mengimbau masyarakat agar dalam belanja kebutuhan tidak terlalu konsumtif dengan memborong. Karena kalau memborong dapat memicu kenaikan harga, sesuai hukum ekonomi kalau permintaan bertambah maka harga akan melambung,” ujar Wahyu saat membuka Pasar Murah di Halaman Parkir BI, Kamis (16/5/2019).

BI juga sudah melakukan imbauan melalui radio, media cetak, televisi, maupun baliho-dan spanduk kepada masyarakat untuk bijak dalam berkonsumsi. Karena di sisi ibadah pun konsumsi yang berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan.

Untuk memastikan ketercukupan kebutuhan masyarakat selama Ramadan 1440 H ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Wahyu Purnama mengatakan, seluruh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sudah melakukan rapat yang dipimpin oleh kepala daerah masing-masing terkait ketersediaan bahan pokok.

“Untuk di BI sendiri sudah mengadakan High Level Meeting yang dipimpin oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno serta rapat TPID Kota Padang yang dipimpin oleh Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah. Kami sudah memutuskan bagaimana caranya memastikan kecukupan sembako melalui dinas-dinas terkait. Setiap instansi termasuk Bulog sudah menyatakan bahwa semua kebutuhan disediakan dalam jumlah yang cukup,” ujar Wahyu Purnama.

Kelancaran distribusi juga menjadi perhatian Wahyu. Bagaimana TPID bisa menjaga kelancaran distribusi barang, BBM dan LPG karena distribusi tidak lancar juga memicu kenaikan harg. (MC Padang / Rajo Alam)