Kepala Satpol PP & Damkar Rianto : Kebakaran Disebabkan Kelalaian Pemilik Rumah

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)– Kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Padang Pariaman umumnya disebabkan kelalaian pemilik rumah. Peristiwa kebakaran tersebut bisa dicegah jika pemilik rumah lebih hati-hati menggunakan peralatan listrik sesuai standar.

Demikian diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP & Damkar) Kabupaten Padang Pariaman Rianto, Jumat (17/5/2019) malam, di Masjid Baiturrahmah, Korong Simpang III Palanggaran, Nagari Campago Selatan Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. 

Rianto yang menjadi Ketua Tim Safari Ramadhan (TSR) Kabupaten Padang Pariaman menyebutkan, TSR Padang Pariaman tahun ini ada 34 Tim. “Kami Tim ke-33 yang mengunjungi tiga lokasi, yakni Mushall Nurul Iman Korong Ujung Tanah Nagari Malai III Koto Kecamatan Sungai Geringging, Mushalla Amal Muslimin Korong Kampung Pondok Nagari Pasia Laweh Kecamatan Lubuk Alung dan di Masjid Baiturrahmah Korong Simpang III Palanggaran ini,” kata Rianto.

Dikatakan Rianto, banyak peristiwa kebakaran yang terjadi di Padang Pariaman tersebut disebabkan arus pendek listrik. Umum pemilik rumah tidak menyadari, bahwa pemakaian kabel dan alat-alat listrik yang tidak standar, sesuai SNI, dianggap tidak masalah. Hanya dengan alasan harga lebih murah, pemilik rumah menggunakan peralatan listrik di bawah standar. Akibatnya sering mudah menimbulkan arus pendek sebagai pemicu terjadinya peristiwa kebakaran.

“Untuk itu, bagi masyarakat yang membangun rumah, menggunakan peralatan listrik, gunakanlah yang standar, sesuai SNI. Kapan perlu melebihi standar. Sehingga keamanan kabel dan distribusi arus listrik dalam rumah lebih aman. Ibarat pepatah, biar kalah membeli, tapi menang memakainya. Artinya, menggunakan peralatan listrik harganya agak lebih mahal karena sesuai SNI. Namun aman dipakai, tidak mudah menimbulkan terjadinya arus pendek dan kebakaran,” tutur Rianto menambahkan.

Kelalaian lain, kata Rianto, saat membakar sampah atau sisa pembersihan di sekitarnya. Saat api pembakarannya masih ada, walaupun apinya kecil atau hanya terlihat asap saja, ditinggalkan begitu saja. Padahal ini bisa menimbulkan api besar tanpa disadari menjalar membakar bagian lain yang pernah diduga sebelumnya. Begitu juga membuang puntung rokok sembarangan. Tanpa disadari puntung rokok tersebut membakar bahan lain yang mudah terbakar. 

“Api ini sifatnya hampir sama dengan air. Kalau kecil bisa diatur dan dijinakkan. Namun kalau sudah membesar, semua  dihabisinya tanpa kenal. Mari gunakan peralatan listrik yang sesuai standari,” kata Rianto.

Selain itu, kata Rianto, saat meninggalkan rumah, mau shalat ke masjid, periksa dan perhatian semua kontak listrik. Pastikan kompor di dapur sudah mati. Jangan karena suara azan sudah terdengar dari masjid/mushalla, langsung saja pergi ke masjid/mushalla. Padahal dirinya sedang memasak/menggunakan kompor gas di dapur. Karena ditinggalkan begitu saja, boleh jadi mengundang terjadinya peristiwa kebakaran.

Rianto juga menjelaskan tugas Satpol PP dan Damkar. Sebagai Satpol PP, tugasnya adalah mengawasi pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Sedangkan Pemadam Kebakaran, 

Sebelumnya, turut melaporkan Walinagari Campago Selatan Kecamatan V Koto Kampung Hanafi. Usai memberikan sambutan, Rianto menyerahkan bantuan sebesar Rp 5 juta dari Pemkab Padang Pariaman yang diterima pengurus masjid Baiturrahmah. Selain itu, Rp 1 juta dari rombongan TSR dan sejumlah Alqur’an. (at/aa)