Mamak Janganlah Sampai ‘Jauh’ dari Kemenakannya.

TABLOIDBIJAK.COM (Sawahlunto)—Agar anak kemenakan dapat terus diawasi dan dibimbing, maka mamak diajak untuk lebih meningkatkan intensitas bertemu dengan kemenakan tersebut. Dengan kata lain, mamak janganlah sampai ‘jauh’ dari kemenakannya.

Ajakan ini disampaikan oleh Ketua LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) Kota Sawahlunto, Adi Muaris Khatib Kayo, dalam kegiatan silahturrahmi dan buka bersama Walikota dan Kepala Desa/Lurah bersama LKAAM, KAN, MUI, Bundo Kanduang dan unsur tokoh masyarakat lainnya, Rabu 16 Mei 2019 di Rumah Dinas Walikota.

“Ini kuncinya, mamak hendaknya dekat dengan kemenakan. Sehingga peran dan fungsi mamak dalam mengawasi maupun membimbing kemenakan dapat terbantu dengan kedekatan itu,” sebut Adi Muaris Khatib Kayo.

Ditambahkan Adi Muaris, bahkan kalau bisa mamak hendaknya juga bisa mendapat kepercayaan dari kemenakan sebagai tempat mengadu atau menceritakan masalah – masalah yang mereka dapat.

“Kalau sekarang, kemenakan kalau bercerita atau curhat itu ke teman – temannya, atau ke orang – orang yang belum tentu bisa memberikan solusi yang sesuai dengan norma adat dan agama. Alangkah lebih bagusnya kalau kemenakan itu curhatnya ke mamak, sehingga dapat disampaikan pada mereka nasihat dan bimbingan,” kata Adi Muaris.

Masih dalam kesempatan yang sama, Adi Muaris juga menghimbau agar arisan atau pertemuan suku dapat digiatkan kembali.

“Pertemuan suku itu sangat diperlukan. Selain meningkatkan silahturrahmi, saling mengenal siapa mamak siapa kemenakan siapa datuak dan lainnya, yang tak kalah penting juga dapat menjadi momen mamak menjemput aspirasi dari kemenakan dan suku,” tutur Adi Muaris.

Ajakan dan himbauan Ketua LKAAM tersebut didukung oleh Walikota Sawahlunto, Deri Asta. Hal tersebut disampaikan Walikota juga sesuai dengan visi – misi Pemerintah Kota (Pemko) dalam memberdayakan nilai – nilai agama, adat dan budaya masyarakat.

“Kita dari Pemerintah tentu mendukung hal ini. Salah satunya melalui unsur pemerintahan terdepan, yakni Pemerintahan Desa (Pemdes) dalam Anggaran Dana Desa (ADD) itu sudah ada mengakomodir kegiatan pengembangan agama, adat dan budaya di masyarakat. Jadi niniak mamak dan pemangku adat lainnya silahkan jalin terus koordinasi dan sinergi dengan pemerintahan desa setempat,” kata Deri.

Masih dalam ajang silahturrahmi itu, Walikota Deri Asta juga menyampaikan bahwa dalam mengawasi dan membimbing kemenakan, mamak dituntut untuk ‘berpandai – pandai’. Sebab untuk membimbing kemenakan yang berada dalam usia millenial tidak bisa dipaksakan, juga tidak bisa jika terlalu lunak.

“Kemenakan – kemenakan kita yang millenial ini mendekati dan membimbingnya harus ada trik – trik tertentu pula. Sebab anak muda sekarang jika dipaksa dengan keras mereka malah balik melawan, sementara jika dengan lunak saja tidak diacuhkan. Jadi memang harus berpandai – pandai,” pungkas Deri Asta. (swl1)