Asmarina Penjual Anyang Batumbuak Pasa Pabukoan Pariaman

TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman)–Dibulan Suci Ramadan banyak sekali makanan dan minuman dijual pedagang untuk sajian berbuka puasa. Beraneka ragam jenis makanan tumpah ruah di pasar pabukoan, banyak pilihan bisa memanjakan selera pembelinya seperti pical sayur, bihun kuah, anyang sayur, gorengan, godok batinta, mie goreng, sambal, gulai gajebo, dan banyak lagi jenis makanan dan minuman lainnya.

Di Kota Pariaman ada satu jenis minuman selalu dibuat ketika Ramadan yaitu  anyang Batumbuak. Minuman buatan Asmarina atau lebih dikenal dengan panggilan Manih Na, seorang penjual makanan di Pasar Pabukoan Pariaman.

“Saya berjualan Anyang Batumbuak ini sejak Tahun 1984 ketika itu Pasar Pariaman masih berlokasi di dekat Stasiun Kereta Api dan berlanjut sampai saat sekarang ini. Sebelum saya membuat minuman ini Buyut saya sudah terlebih dahulu membuat dan menjualnya. Jadi bisa dikatakan resep minuman ini adalah resep turun temurun yang diberikan kepada keluarga besar kami”, ujar ibu yang selalu ramah dan penuh canda ini, ketika dilakukan wawancara Jumat (10/5/2019).

Dijelaskan Manih Na, Anyang Batumbuak ini salah satu minuman tradisional Pariaman saat ini memang jarang sekali masyarakat mengenalnya, karena tidak umum masyarakat membuatnya hanya orang-orang tertentu saja yang bisa membuat”, tuturnya.

“Minuman ini terbuat dari bahan dasar buah ambacang atau bisa diganti dengan kuwini, pisang, buah timbaba (buah nangka kecil-kecil yang tidak berhasil menjadi buah), nenas, cabe merah , cabe rawit, cabe giling, asam jawa, jeruk besar, gula merah, garam, air secukupnya.Semua bahan di potong-potong kecil di aduk jadi satu dan nantinya dimasukan kedalam kuah yang sudah dimasak dengan campuran gula merah dan juga cabe giling disaat kuah sudah dalam keadaan dingin”, jelasnya

Selama Bulan Suci Ramadhan beliau setiap hari membuat minuman Anyang Batumbuak ini dengan harga Rp.5.000/bungkus, dari hasil jualan minuman tersebut beliau mendapatkan keuntungan sekitar Rp.150.000,- dengan modal sekitar Rp.100.000,- setiap harinya. Alasan beliau hanya membuat bulan ramadhan ini adalah karena buah yang menjadi bahan dasar minuman ini mudah di dapat tapi kalau di hari biasa buah untuk melengkapi minuman ini sangat sulit sekali didapatkan.

Anyang Batumbuak ini rasanya sangat segar sekali apalagi diminum dalam keadaan dingin akan membuat kita jadi ketagihan untuk terus meminumnya, dan minuman ini akan dapat memberikan energi juga melepaskan dahaga.

Walaupun orang-orang sekarang tidak mengenal jenis minuman ini tapi Anyang batumbuak yang beliau buat selalu habis dibeli oleh konsumen. Bahkan di hari biasa apabila ada konsumen yang memesan minuman ini beliau akan berusaha untuk membuatkannya dengan bahan dasar yang diganti jika tidak ada yang menjualnya. Jika anda tidak percaya dengan rasanya yang nikmat silahkan beli langsung ke Pasar  Pabukoan Pariaman dijamin anda pasti ketagihan. (desi/aa)