Adanya Kasus Orang Meninggal Nyoblos, Makwaslu Unjuk Rasa ke KPU Sumbar

TABLOIDBIJAK (Padang) – Puluhan massa yang tergabung dalam Emak-Emak Pengawas Pemilu (Makwaslu) forum relawan Sumatera Barat (Sumbar) sengaja mengunjungi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar.

Aksi unjuk rasa makwaslu ini sebagai bentuk protes terhadap KPU Sumbar yang dinilai gagal dan tidak netral dalam Pemilu serentak 17 April 2019 lalu. Hal ini terkait dengan adanya kasus orang yang sudah meninggal dunia yang terdaftar di DPT bisa nyoblos.

Koordinator aksi Makwaslu Sumbar, Evi Marita mengatakan, bahwa ada 10 orang yang meninggal bisa mencoblos. Hal itu berdasarkan temuannya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 50 di Kelurahan Surau gadang, Kecamatan Nanggalo.

“Kalau ingin bukti orang mati bisa nyoblos, ada di di TPS 50 di Kelurahan Surau gadang, Kecamatan Nanggalo, ada 10 orang,” ujarnya di Padang, Selasa, 30 April 2019.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Sumbar, Amnasmen membenarkan, bahwa tidak mungkin ada pemilih yang meninggal yang mencoblos. Bahkan, kalau pun ada pemilih yang meninggal yang mencoblos di TPS itu adalah orang lain, dan tentu sudah ditemukan kasus tersebut.

“Tadi ada penyampaian satu orang pemilih bukan 10 orang, makanya kita cari tahu TPS mana. Saya rasa tidak mungkin ada pemilih yang meninggal yang mencoblos, kalau ada pemilih yang meninggal yang mencoblos di TPS dalam artian orang lain tentu sudah ditemukan kasus tersebut,” jelas Amnesman.

Sampai saat ini, kata Amnesman, bawaslu dan TPS dilapangan tidak ada yang menyampaikan kasus seperti itu. Tentu ini menjadi perhatian bagi KPU. (fardi)