Catatan Ajo Amir Mengikuti Perjalanan Rombongan PT. Tigaraksa Satria. Tbk Madrid Spanyol (4)

TABLOIDBJAK.COM (Granda)–Pada hari keempat Sabtu (27/4/2019). Rombongan dibawa mengunjungo objek bersejarah di Kota Granada.

Seharian kami habiskan waktu di kota Granada yang punya kerajaan Islam terakhir yang menyerah ke kerajaan katolik. Kami berkunjung ke Istana Alhambra.

Menurut Elfa Silfiana Amir dari kunjungannya menuturkan melalui tulisannya pada di

Nding facebooknya. Dinding – dinding ruangan ini bertuliskan ayat – ayat yang ada di Alquran dengan filosofis dan makna yang dalam sekali. Semua dibangun melalui hasil research.

Ketika tour guide menjelaskan satu persatu – persatu makna tulisan dan gambar disetiap ruangan dan atap – atap bikin terpesona dan berdecak kagum, bahwa ternyata di masa itu umat muslim begitu hebat bisa buat istana semegah itu dengan peralatan yang mungkin ga secanggih sekarang.

Ditambah lagi nilai filosofis yang kental akan makna – makna disetiap surat di Alquran. Merinding sekaligus bangga bahwa dulu Islam pernah berjaya disini, bahkan dikondisi Eropa dalam kegelapan disini penuh dengan kemilau dan kejayaan.

Banyak ilmuwan terbaik Islam dibidang sains, pesawat terbang, kedokteran dll terlahir disini. Perpustakaan dan toko buku banyak disini dan orang – orang dari penjuru dunia datang kesini untuk belajar baik muslim maupun agama lain.

Disisi lain, hati ini teriris sedih bahwa kejayaan Islam yang hampir 5 abad di bumi Andalusia ini, bisa rusak bahkan tumbang karena perang saudara sesama muslim, karena keangkuhan dan perebutan kekuasaaan. Karena muslim sudah tidak berorientasi lagi pada nilai – nilai kebaikan Islam. 

Semoga kisah ini bisa kita jadikan ibroh untuk tetap menjaga Indonesia agar tidak menjadi Andalusia kedua.

Usai dari Alhambra, rombongan dibawa lagi ke toko sovenir oleh Yasin sebagai pemandau dan selanjutnya ke rostoran tempat makan malam dan menginap di Kota Granada pada Hotel Barcelo.

Granada Kota yang indah dan banyak mempunyai kaum muslimnya dari kota-kota lain di Spanyol. Menurut Yasin, khusus untuk Kota Granada umat muslimnya bersjumlah 20 parsen. Tetapi kalau untuk seluruh Spanyol umat muslim hanya 8 paresn. (bersambung)