Catatan Ajo Amir Mengikuti Perjalanan Rombongan PT. Tigaraksa Satria. Tbk ke Madrid Spanyol (3) Kota Seville Punya Mesjid Indah Sebeum Diambil Alih Umat Kristiani

TABLOIDBIJAK.COM (Seville)—Pada hari ketiga menjelajahi objek wisata di Madrid Spanyol. Setelah sarapan pagi di Hotel tempat menginap. Rombongan dibawa oleh Pemandu Wisata dari H.I.S. Travel Indonesia ke Kota Seville. Salah satu kota dimana Islam pernah jaya. Arab Saudi atau  Indonesia merupakan negara-negara yang masyarakatnya banyak agama Islam.

Wajar jika ditemukan masjid-masjid indah tersebar di seluruh penjuru. Namun mungkin belum banyak yang tahu bahwa ada objek wisata Eropa yang menjadi saksi kejayaan Islam. Ialah Sevilla atau Seville , negeri dengan mayoritas penganut Katolik .

Kesinilah rombongan orang-orang hebat dari PT. Tigaraksa Satria.  Di Sevella kita dibawa melihat bangunan cantik peninggalan sejarah yang menjadi saksi muslim pernah menjadi mayoritas. Menurut pemandu dari PT. H.I.S Travel Fahmi, ada Menara Giralda, merupakan menara tinggi nan indah yang dibangunsejak 12 abad lalu.

Menara ini punya kembaran, yaitu Hassan terletak di Rabat. Dulunya, gedung ini penacakar langit ini merupakan mesjid ini simbol penting bagi Sivelle. Setelah diambil alih oleh umat kristiani.bangunan cantik dan indah ini dijadikan Greja Katedral Seville. Bahkan salah satu terbesar di dunia. Seleai dari Seville,

Sebelum ke Seville saat di Cardoba rombongan juga dibawa melewati Jembatan Cardoba  termasuk salah satu keistimewaan Cardoba. Letaknya ada di sungai al-Wadi al-Kabir. Jembatan ini dikenal dengan nama al-Jisr dan Qantharah ad-Dahr. Panjangnya 400 meter, lebar 40 meter dan tingginya 30 meter.

Jembatan menakjubkan itu dibangun pada permulaan abad kedua Hijriyah tahun 101 hijriyah sejak 14 abad yang lalu. Jembatan ini dibangun oleh Gubernur Andalusia, as-Samh bin Malik al-Khaulani  dimasa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz. Artinya jembatan dibangun pada saat manusia belum mengenal sarana transportasi. Ketika itu sarana-sarana pembangunan belum secanggih saat ini. Hal itulah yang menjadikan salah satu  kebanggaan kebaradaan  umat Islam.

Kemudian dilanjutkan ke Kota Garnada. Disini kita diajak memasuki mesjid  untuk melaksanakan shalat dhzur dan ashar, sambil menikmati indahnya Kota Garnada dari atas bukit. Setelah turun dari bus rombongan dipandu untuk berjalan kaki menelusuri lorong-lorong  bangunan toko dan rumah penduduk lebih kurang 1 kilo meter jalan yang  bebatuan sebagai pengganti aspal kalau kita di Indonesia.

Setelah puas melihat mata hari terbenam di Puncak Garnada. Rombongan dibawal lagi menaiki bus dan dilanjutkan dengan makan malam pada rumah makan muslim dengan menu yang cocok dengan lidah Indonesia yaitu rombongan disuguhi  makan gulai kalio daging dengan nasi putih. Setelah makan rombongan diberikan lagi tambahan bagi yang berminat untuk membawa ke hotel tempat penginapan malam itu di Kota Garnada Hotel Barcelo. (bersambung)