Peringati HKB, Ratusan Peserta Ikuti Simulasi Mandiri di Lingkup Pemprov Sumbar

TABLOIDBIJAK (Padang) — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) dengan menggelar simulasi evaluasi mandiri di lingkungan pemprov Sumbar.

Kegiatan simulasi ini, dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, dengan melibatkan ratusan peserta. Diantaranya, siswa SMA, TNI, dan ASN di lokasi shelter utama kantor gubernur, dalam rangka menyelamatkan diri.

“Kegiatan ini harus dilakukan setiap tahun, jangan sampai kita lengah. Sebab, kita sewaktu-waktu bisa saja dilanda bencana,” ujar Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, di Padang, Jumat, 26 April 2019.

Ia menghimbau masyarakat Sumbar khususnya masyarakat padang agar selalu siap siaga. Pasalnya, lembaga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sudah mengingatkan bahwa apabila terjadi gempa selama 30 detik secara terus menerus, masyarakat harus menjari tempat yang aman atau mengunsi.

Dalam imbauannya, pertama masyarakat harus mengamankan surat-surat berharga, seperti sertifikat tanah, ijazah dan lainnya ke tempat yang lebih aman. Kedua, menyediakan makanan ringan sebagai persiapan ketika terjadi bencana.

“Kita berharap masyarakat tidak lengah terhadap ancaman bencana. Sebab, bencana bisa terjadi kapanpun tanpa bisa diprediksi secara pasti,” harapnya.

Kemudian terkait shelter di Kota Padang, ia menyebutkan ada tujuh dengan kapsitas besar. Namun, bagi Kabupaten Kota yang belum memiliki shelter agar bisa memanfaatkan bukit-bukit yang tinggi, yang bisa menampung masyarakat dengan jumlah yang banyak.

Pemanfaatan perbukitan yang ada, dikarenakan anggaran pemerintah sangat terbatas untuk membangun selter. Maka sebab itu pula, masyarakat harus mengupayakan sarana dan prasarana yang ada semaksimal mungkin tanpa harus menunggu bantuan dari pemerintah pusat.

Terkait shelter yang rusak dan terbengkalai, pihaknya terus berupaya mengusulkan selter yang ada untuk diperbaiki. Setidaknya ada sekitar 57 selter yang akan diusulkan untuk diperbaiki.

“kalau perkiraan stunami 12 meter, kita cari yang bukit yang 15 meter yang bisa menampung masyarakat sebanyak 1000-2000 orang. Jadi untuk menyelamatkan diri jangan menunggu bantuan pemerintah pusat, karena anggarannya terbatas,” terang Nasrul.

Sayangnya, dalam simulasi kesiapsiagaan bencana ini banyak pegawai Pemprov Sumbar yang tidak ikut. Padahal, menurut Nasrul, simulasi ini penting karena bukan hanya tugas BPBD saja, tetapi juga penting bagi pribadi, keluarga, dan masyarakat lainnya.

“Saya berharap mereka ikut dalam kegiatan ini, sebagai bentuk kepedulian jika terjadi bencana,” ungkapnya.

Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman menambahkan, kegiatan simulasi ini diikuti pelajar dari dua sekolah SMA, yakni SMA 10 Padang dan SMA 2 Padang, ditambah dengan TNI dari Korem O32 Wirabraja, kemudian ASN dari OPD di Pemprov Sumbar.

Dalam penjelasannya, kegiatan simulasi ini tidak hanya dilakukan di selter utama kantor gubernur saja, tetapi juga dilakukan dibeberapa lokasi di Sumbar, seperti hotel, kampus, lembaga pemerintah dan non pemerintah.

“Kita mulai simulasi pada jam 10.00 WIB dengan membunyikan sirine dan melakukan evakuasi ke titik kumpul. Setelah ada informasi dari BMKG akan terjadi tsunami, kita langsung instruksikan masyarakat melakukan evakuasi ke tempat evakuasi sementara,” ulasnya. (fardi)