Kelompok Tani Agam Hasilkan Bawang Merah 48 Ton per Hektar

Keterangan foto : Kelompok Tani Maju Jaya di Nagari Parik Panjang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam sedang panen, Selasa, 12, Februari 2019. (Ist)

TABLOID BIJAK (Agam) — Kelompok Tani Maju Jaya di Nagari Parik Panjang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, sukses melakukan panen perdana bawang merah 48 ton/hektar, Selasa, 12 Februari 2019.

Hasil panen tersebut jauh diatas rata-rata produksi bawang merah di Sumbar yang hanya 5-10 per hektarnya. Kesuksesan itu tidak lepas dari bibit bawang yang didatangkan dari Alahan Panjang.

“Alhamdulillah bahwa panen perdana ini menghasilkan jumlah yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Namun walau begitu, kami mohon agar tetap didampingi oleh pemerintah, agar hasil yang maksimal ini bisa memberikan keuntungan yang maksimal pula bagi kami petani” ujar salah seorang anggota Kelompok Tani Maju Jaya, Zulfahmi.

Kedapan ia sangat mengharapkan pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Agam agar hasil panen mereka yang melimpah bisa berdampak maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Bayangkan saja, dengan penyusutan hingga 60% sekalipun, kami masih menghasilkan 19,2 ton/ha, dan jika dikalikan harga standar bawang merah seharga Rp. 15.000 di Sumatera Barat, maka mereka masih memperoleh 288 juta rupiah per hektarenya. Dengan 3 hektar lahan, maka kami memperoleh 864 juta rupiah. Dikurangi dengan modal usaha 300 juta untuk 3 hektar sekali pun, kelompok tani ini masih mengantongi 500 juta lebih” ujarnya.

Sementara itu Bupati Agam Indra Catri juga menunjukan kegembiraan yang luar biasa akan hasil panen perdana kelompok tani di wilayah Kabupaten yang ia pimpin itu. Seakan paham harapan petani, ia langsung menyiapkan langkah-langkah strategis dalam penanganan pasca panen agar hasil panen bisa dimanfaatkan secara maksimal. Antara lain dengan menyiapkan beberapa produk turunan bawang merah yang diprioritaskan menjadi produk unggulan Kabupaten Agam ke depan.

“Hasil panen spektakuler ini tentu adalah hal yang harus kita syukuri, tapi tentu kita tidak boleh terlena dan kehilangan moment. Kita langsung aksi dengan menyiapkan langkah strategis pasca panen, agar hasil panen petani kita bisa terserap maksimal. Langkah strategis ini nantinya akan melibatkan beberapa sektor dan OPD, tidak perlu banyak, agar lebih efektif” terang Indra Catri. (fardi)