Data BPS Ungkap Inflasi Sumbar Sepanjang 2018 Hanya 2,60 Persen

TABLOID BIJAK (Padang) — Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), laju inflasi di Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2018 memang berhasil dijaga di angka terendah. Dalam perhitungan inflansi Sumbar diwakili oleh Kota Padang sebesar 2,55 persen dan Kota Bukittinggi sebesar 2,99 persen.

“Dari data BPS inflasi Sumbar sepanjang 2018 hanya 2,60 persen, lebih kecil dibanding inflasi nasional di angka 3,13 persen untuk 2018,” ujar Gubernur Irwan Prayitno pada rapat pertemuan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Selasa, 12 Februari 2019.

Dijelaskannya, bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) sampai akhir tahun 2018 masih akan dibayangi resiko kenaikan harga bahan makanan strategis, seperti cabai merah, bawang merah, dan beras, karena terganggunya produksi akibat meningkatnya intensitas curah hujan.

“Namun terjadi inflansi pada kelompok transportasi dengan dipicunya kenaikan harga tiket angkutan udara sejak menjelang lebaran tahun 2018, apalagi saat ini penguna jasa penerbangan dikenakan bagasi berbayar,” ujar Irwan.

Sekarang saja, kata gubernur, banyak pengusaha yang terlibat di bidang industri pariwisata yang merupakan sektor andalan Sumbar sudah banyak mengeluh, mulai pengusaha hotel hingga pelaku usaha yang terlibat di bidang UMKM.

Capaian ini ke depan untuk menjaga terjadinya inflasi diharapkan lebih meningkatkan produktivitas bahan pangan strategis khusus antara lain cabe merah, bawang merah, beras daging ayam ras dan telur. Dan ini menindaklanjuti kesepakatan kerjasama perdagangan antar daerah.

Menurutnya, kepala daerah agar terus melakukan penilaian dan evaluasi secara rutin bersama stakeholder terkait dengan melakukan peninjauan ke lapangan memastikan harga tetap stabil sehingga inflasi tetap terkendali.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Endy Dwi Tjahjono menjelaskan, bahwa ditinjau dari IHK kelompok inflansi Sumbar tahun 2018 terutama dari bahan makanan, bahan bakar minyak, air, listrik dan tranportasi, kelompok penyumbang inflansi tertinggi tahun 2018.

Perkembangan inflansi di tingkat Sumatera menurut BPS, Kota Padang urutan ke-10 dari 23 kota yang mengalami inflansi dan urutan secara nasional yang ke-58. Untuk Kota Bukittinggi urutan ke-4 dari 23 kota di Sumatera dan tingkat nasional urutan ke-37.

Sedangkan berdasarkan komunitas tahun 2018 adalah beras, bensin, dan bawang merah menjadi penyumbang inflansi utama dengan andil masing-masing sebesar 17 persen, 16 persen, dan 6 persen dari total inflansi tahunan 2,60 persen.

“Untuk itu perlu pengendalian inflasi di setiap Kabupaten dan Kota dengan membuat progress roadmap dengan menyesuaikan program kerja OPD terkait. Roadmap pengendalian inflansi daerah harus ditandatangani dan dikirim ke Pokjanas paling lambat akhir Maret 2019,” ujar Endy. (fardi)