Ditresnarkoba Polda Sumbar Berhasil Tangkap Dua Pengedar Sabu

TABLOID BIJAK (Padang) — Ditresnarkoba Polda Sumbar berhasil menangkap dua pengedar narkoba jenis sabu. Diantaranya, Ex TNI AD dan pedagang sapi, yang sebelumnya kedua tersangka juga pernah dihukun karena kasus yang sama.

“Kedua residivis berhasil ditangkap petugas pada Jumat, 6 Februari 2019 sekira pukul 11.00 WIB di kediaman mereka masing-masing,” ujar Wadir Ditresnarkoba Polda Sumbar, AKBP Rudi Yulianto, SIK, MH. di lantai 4 Polda Sumbar, Senin, 11 Februari 2019.

Dalam pemaparannya, tersangka pertama berinisial NH seorang pedagang sapi berhasil ditangkap di pinggir Jalan Raya Tanjung Pati depan Kantor Bupati Lima Puluh Kota Kenagarian Sari Lamak Kecamatan Harau.

“Dari hasil penggrebekan petugas berhasil menyita barang bukti 4,58 gram narkoba jenis sabu yang dibungkus dengan plastik warna bening dalam kotak rokok merk Sampoerna,” jelas Rudi Yulianto.

Sementara, tersangka kedua berinisial DS mantan TNI AD berhasil ditangkap di perumahan Bhayangkara Bukit Asri Nomor D 15 Jorong Sari Lamak Kenagarian Sari Lamak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dikatakannya, dari tangan tersangka pihaknya berhasil menyita barang bukti 219,91 gram jenis sabu dibungkus plastik klik warna bening, 1 unit timbangan digital warna hitam merk Camry, 1 buah holster berbahan kanvas warna hitam, 2 unit HP OPPO F9 warna unggul dan Nokia 105 warna hitam.

“Bahkan, kami juga berhasil mengamankan 1 pucuk senjata api rakitan jenis pistol beserta megazine, 9 butir amunisi kaliber 9 mm. Tersangka DS ini dipecat dari TNI 2016 yang lalu juga karena kasus serupa,” terang Rudi.

Atas perbuatan tersangka NH dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba, diancam dengan pidana penjara 4 hingga 12 tahun dan didanai denda 800 juta hingga 8 miliar.

Kemudian untuk tersangka DS dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subs pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba, diancam dengan pidana penjara 5 hingga 20 tahun dan didanai denda 800 juta hingga 8 miliar dan ditambah sepertiganya.

“Jadi, sebagai pemberatannya tersangka DS diancam dengan hukuman paling singkat 6 tahun dan paling lama seumur hidup atau hukuman mati,” ujar Wadir Ditresnarkoba Polda Sumbar. (fardi)