HPN Surabaya Nyaris Tidak Bisa Masuk Tanpa Diduga Basyril Basyar Berikan Pertolongan

TABLOIDBIJAK.COM (Suarabaya)—Peringatan Hari Pers Nasional 2019, berjalan meriah dan mengembirakan serta menyenangkan hati Insan Pers. Kegiatan yangdikemas sedemikian rupa itu, berjalan sukses,  tertib dan aman.

Puncak acara Hari Pers Nasional Tahun 2019, bersama Presiden Republik Indonesia. Sabtu, pukul 8.30.Wib Jokowi Dodo bersama isteri dan Menteri Kabinet Kerja memasuki ruangan tempat Convention Hall Grand City Lantai 3 Surabaya. Jalan. Walikota Mustajab No. 1 Surabaya.

Untuk memasuki ruangan acara dijaga ketat dan tidak bisa masuk sembarangan. Kalau tidak ada undangan resmi jangan harap bisa masuk tidak ada istilah lobi dan pendekatan dengan Panitia dan pengaman acara yang berlapis.

Wartawan Tabloidbijak.com dan SKM Lintas Media Padang, Drs. H. Amiruddin, MA, Tk. Majolelo, hampir tidak bisa masuk, karena dicegat oleh petugas dipintu masuk. Amiruddin yang berangkat ke lokasi acara bersma Rahmat Wartira, SH Biro Hukum SMSI Sumatera Barat, mengatakan, kayaknya tidak ada toleransi disini.

“Undangan hanya dikasih satu untuk Ketua SMSI Sumatera Barat, Sdr. Syahrial Aziz. Akan tetapi oleh Syahrial Aziz undangan itu didilegasikan kepada Rahmat Wartira, karena Yal Aziz, buru-buru ke Bandara, berangkat ke Padang, disebabkan ada tugas mendadadak. Tapaso bapisah “juo awak nampaknyo,” kata Rahmat Wartira dengan nada serius.

Tetapi tidak cukup menunggu hitungan detik, datang panggilan suara dari Dr. H. Basyril Basyar, MM Ketua DKP PWI sumatera Barat, Hai Tuanku Amir, “Baa kaba indak bisa masuak”, ini saya ada undangan 2 buah, pakailah. “ciek,” kata Basyril Basyara yang akrab disapa dengan BB.

Menurut Rahmat Wartira, inilah pertolongan yang sangat dibutuhkan. Artinya, hampir saja kita terpisahkan berdua. Secara pribadi bagi saya kurang enak juga, berangkat dari hotel berdua dengan tujuan yang sama. Namun yang dapat masuk hanya saya satu. “Ini sama denga makan buah simala kamang, bagi diri saya,” tukuk Rahmat Wartira yang suka ngomong blak-blakan ini.

“Alhamdulillah, pertolongan dari Allah SWT datang, tanpa kita duga sama sekali. Pertolongan yang diberikan Basyril Basar, tidak dapat dinilai dengan uang. Seperti pepatah orang minang inilah yang disebut dengan budi,’ tukasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai informasi yang berkembang di media sosial (medsos) semakin tidak dipercaya masyarakat. Sebaliknya, masyarakat cenderung merujuk pada informasi yang disajikan media massa arus utama.

“Semakin ke sini semakin tidak percaya kepada media sosial,” kata saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019, di Grand City, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019).

Margiono dalam sambutannya mengatakan, dalam Hari Pers Nasional sekarang tidak ada mengundang Calon Pilpers. Karena kalau diundang sulit untuk mendudukannya. Tetapi yang diundang pada hari ini adalah Presiden RI Jokowi Dodo.

“Sambutan yang dibubuhi dengan  kocak oleh Margiono, sehingga hadirin yang hadir merasa nyaman dan terhibur, baik yang dibawakan Gubernur Jawa Timur dan Presiden RI sendiri. Semua orang yang suka melawak dalam bicara di atas pentas,”tutur Rahmat Wartira. (aa)