Kepala BNPB Letjen Doni Manando Kumpulkan Bupati dan Walikota se-Sumatera Barat

TABLOID BIJAK (Padang) — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Manando akan melakukan pertemuan dengan bupati dan walikota se-Sumatera Barat di Padang pada tanggal 6 Februari 2019 mendatang. Terkait berbagai hal kesiapsigaan masyarakat terhadap resiko bencana, terutama di kawasan pesisir pantai.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubenur Sumbar, Nasrul Abit saat menerima kunjungan kerja Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet, Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman, Sekda Mentawai, Beberapa OPD terkait persiapan Kunjungan Kerja Kepala BNPB ke Sumbar di ruangannya, Senin, 4 Februari 2019.

“Rombongan BNPB Pusat memang akan datang ke Sumbar selama dua hari, yakni tanggal 6-7 Februari 2019 besok, untuk rapat koordinasi dengan bupati/walikota, termasuk mengunjungi kepulauan Mentawai,” ujar mantan Bupati Pessel dua periode ini.

Terkait kunjungan rombongan BNPB Pusat ini, dikatakan Nasrul juga menyikapi untuk peningkatan kesiapan pemerintah daerah setempat terhadap penanggulangan bencana. Termasuk diantaranya peninjauan titik daerah rawan bencana, persoalan megathrust Mentawai, persiapan sarana prasarana, pendeteksi dini bencana, bangunan shelter, dan pelatihan siaga bencana.

“Kondisi terakhir di Mentawai sudah 105 kali digoncang gempa, jadi memang harus disiapkan betul terkait kesiapsiagaan bencana ini ke masyarakat. Jadi kita berharap, kunjungan BNPB nanti juga bisa menguatkan masyarakat di daerah sana,” ujar Nasrul.

Selain itu, Bupati Kabupaten Mentawai Yudas Sabaggalet menambahkan bahwa daerahnya memang sedang mendesak dilakukan kesiapsiagaan bencana, terutama terhadap megathrust Mentawai. Apalagi menurutnya ada 32 desa di Mentawai yang rawan bencana.

Dengan adanya kunjungan BNPB Pusat ini nanti, ia berharap perhatian pusat ke Mentawai lebih intens lagi. Terutama terkait pengadaan sarana prasarana, alat pendeteksi dini, serta pelatihan terkait kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana di daerah tersebut.

“Ada 32 desa yang rawan bencana di Mentawai, tapi yang paling rawan 25 desa. Jadi sangat perlu perhatian dari pusat maupun pemerintah provinsi,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala BNPB Pusat, Letjen Doni Manando dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BNPB se-Indonesia pada Jatim Expo Surabaya di Jawa Timur, Sabtu 2 Februari 2019 lalu mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan sinkronisasi program, penyamaan persepsi dalam rangka penanganan bencana antara pusat dan daerah.

Hal itu menurut Doni juga sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa ada enam yang harus diperhatikan dalam penanggulangan bencana. Baik terkait rancangan pembangunan, pelibatan akademisi dan pakar, kesiapsiagaan kepala daerah, perawatan sistem peringatan terpadu, edukasi bencana, dan simulasi latihan penanganan bencana.

“Rakornas tujuannya menyamakan visi, misi dan gerak langkah dalam menghadapi bencana. Melihat tren kejadian, frekuensi tren bencana cenderung meningkat. Jadi ini momentum untuk penguatan penanggulangan bencana, dan keterlibatan aktif serta masif dari semua pihak,” ujar Doni. (fardi)