400 Orang Pedang Pasar Pariaman Makan Siang Bersama Mardison Mahyuddin

TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman)—Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, kumpulkan 400 pedagang Pasar Pariaman di Pandopo Walikota Pariaman dan sekaligus Mardison mengajak pedagang makan sing bersama, Selasa (29/1/2019).

Mardison dalam pertemuan itu mengemukakan, rencana baik Pemko Pariaman untuk membangun Pasar Pariaman dengan bangunan yang prestatuf dan super mewah dengan bantuan dana Pemerintah Pusat. Dana bantuan pusat ini minta segera dilaksanakan, hanya menunggu kesispan pedagang untuk direlakasi kepada tempat penampungan sementara.

Menurut Mardison anggaran pembangunan bukan diperuntukkan kepada Kota Pariaman, namun demi berkembangnya Kota Pariaman, pimpinan terus berusaha dan akhirnya dengan anggaran APBN sebesar Rp 120 Miliyar resmi diberikan kepada Kota Pariaman untuk membangun Pasar Pariaman.

Hal ini dilakukan Pemerintah Kota Pariaman,  karena melihat kondisi Pasar Pariaman sudah tidak layak huni lagi, kumuh dan tidak terawat sehingga mengurangi peminat pembeli untuk berkunjung dan berbelanja di Kota Pariaman.

Untuk lokasi penampungan pedagang sementara telah direncanakan bertempat di seputaran taman lapangan merdeka dan pembangunan pasar penampungan sendiri akan direncanakan pada bulan Februari 2019.

Para pemegang kartu kuning dan para pedagang aktif akan diprioritaskan untuk pemberian kios saat bangunan Pasar Pariaman telah rampung nanti. Sementara untuk total pemilik kartu kuning ini kurang lebih 350 orang dan hari ini hampir semuanya hadir mengikuti sosialisasi.

” Kami tidak ingin merugikan masyarakat, oleh karena itu pedagang pemilik kios diprioritaskan dalam pembangunan Pasar Pariaman ini,” tambahnya.

” Kami tidak ingin merugikan masyarakat, oleh karena itu pedagang pemilik kios akan diprioritaskan dalam pembangunan Pasar Pariaman ini, tambahnya.

Salah seorang penjual plastik di lantai I Lim dan juga pemilik kartu kuning di Pasar Pariaman mengatakan, ” memang saat ini situasi di Pasar Pariaman terlihat kumuh dan berserakan.mungkin karena semua usaha masyarakat itu bercampur di dua lantai saja sehingga terkesan sembraut dan tidak terartur.

“Secara pribadi saya mendukung program Pemerintah Kota Pariaman. Kalau memang kita diprioritaskan. biar sedikit menunggu untuk kesempurnaan akan datang,” tukuknya..

Mardison juga berharap agar masyarakat bisa memahami dan saling bekerja sama untuk kemajuan Kota Pariaman, karena pembangunan Pasar Pariaman ini akan berlangsung selama sembilan bulan. Kapan lagi kita mempunyai pasar yang indah karena kesempatan tidak datang dua kali. (rel/ajo)