Edriana, SH.MA Caleg DPR RI Partai Gerindra dari Ranah Minang

TABLOID BIJAK (Padang) – Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPR-RI) dari Partai Gerindra, Edriana, SH.MA mengatakan, sampai saat ini, Indonesia terus dirundung permasalahan yang tak kunjung usai. Baik terkait ekonomi, lapangan kerja, pertanian, UMKM, pendidikan, kesehatan, hingga persoalan hukum kekerasan terhadap perempuan.

“Ada empat isu penting yang sangat urgen di hadapi masyarakat Sumbar saat ini. Adapun empat persoalan itu seperti terkait swasembada pangan, ketahanan keluarga, kesehatan, serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ujarnya pada saat menjadi pembicara dialog media, di kawasan Gor. H. Agus Salim, Kamis, 17 Januari 2019.

Lanjut Edriana, keempat isu tersebut sebagai permasalahan yang harus dituntaskan ketika ia terpilih sebagai anggota dewan nantinya.

“Isu pertama, yakni swasemba pangan yang mestinya harus digalakkan, sebab impor harus menjadi musuh utama petani, dan kemudian Sumbar harus dikembalikan sebagai lumbung padi,” ujar Edriana.

Selanjutnya, dikatakan Edriana terkait isu ketahan keluarga juga harus menjadi prioritas utama. Pasalnya, keluarga merupakan pesantren dan sekolah pertama bagi anak-anak keturunannya. Apabila keluarga tidak utuh, akan berdampak pada perilaku anak dan generasi muda selanjutnya. Misalnya, terpengaruh narkoba, seks bebas, tawuran, hingga LGBT.

“Ketahanan keluarga ini juga harus diiringi dengan pendidikan yang layak, terutama pendidikan untuk anak harus terjamin dengan baik. Jadi pendidikan juga menjadi komitmen yang harus kita penuhi,” ujar kandidat doktor Universitas Indonesia ini.

Selain ketahanan keluarga, kata Edriana, ada isu kesehatan. Ia mengungkapkan setidaknya 7,8 juta anak di Indonesia saat ini berada di posisi gizi buruk atau stunting. Padahal menurutnya, sekitar 10-20 mendatang Indonesia digadangkan memiliki angkatan kerja, serta menghadapi bonus demografi dalam usia produktif.

“Apabila masalah kesehatan di daerah kita tidak tuntas, misalnya semakin banyak anak tidak bertumbuhkembang dengan baik, tentu kita tidak bisa bersaing secara global. Apalagi saat ini kita juga menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA),” papar Caleg DPR RI nomor urut tiga ini.

Terakhir, Edriana juga menjelaskan terkait isu tentang pemberdayaan perempuan, terutama menggalakkan kembali UMKM rumahan. Dengan adanya UMKM rumahan ini, perempuan atau ibu rumah tangga bisa lebih mandiri untuk mencari tambahan penghasilan keluarga.

“UMKM rumahan, misalnya membuat usaha kue, toko kelontong, dan lainnya bisa menjadikan ibu rumah tangga lebih mandiri. Jadi tidak perlu menadahkan tangan ke suami, bahkan justru bisa menambahkan penghasilan keluarga,” pungkas lulusan S2 bidang pemberdayaan perempuan di Belanda ini. (fardi)