Catatan Aditya Denura: Semuanya ada Disini, Rumah Kita

JUDUL lagu Rumah Kita yang sering dinyanyikan Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi disetiap acara kenduri, dan di kesempatan lainnya, ternyata membutkikan ke publik, bahwa dirinya sangat peduli dengan warga yang tidak memiliki rumah layak huni.

Syair Rumah Kita dilantunkan God Bless itu, dengan lirik seperti hanya bilik bambu tempat tinggal kita, tanpa hiasan, tanpa lukisan, beratap jerami, beralaskan tanah, namun semua ini punya kita.

Memang semua ini milik kita sendiri. Hanya alang alang pagar rumah kita Tanpa anyelir, tanpa melati. Hanya bunga bakung tumbuh di halaman. Namun semua itu punya kita.

Memang semua itu milik kita. Haruskah kita beranjak ke kota yang penuh dengan tanya. Lebih baik di sini, rumah kita sendiri. Segala nikmat dan anugerah yang kuasa. Semuanya ada disini, rumah kita.

Lebih baik disini, rumah kita sendiri. Segala nikmat dan anugerah yang kuasa. Semuanya ada disini. Rumah kita, lebih baik disini, rumah kita sendiri. Segala nikmat dan anugerah yang kuasa. Semuanya ada disini, lebih baik disini, rumah kita sendiri. Segala nikmat dan anugerah yang kuasa. Semuanya ada disini. Rumah kita. Rumah kita.

Satu bedah rumah dilakukan Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi mersama SKPD terkait itu terletak jauh disudut hamparan sawah, tak menyurutkan langkah Walikota Payakumbuh, Riza Falepi menemui Amri dirumahnya.

Warga yang beruntung itu adalah warga Kelurahan Koto Panjang Dalam Kecamatan Lamposi Tigo Nagori yang menerima bantuan bedah rumah yang diinisiasi Walikota melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman.

Kediamannya sungguh memprihatinkan. Melewati pematang sawah yang becek karena hujan, rombongan walikota disambut dengan ramah pemilik rumah beserta keluarga. Amri, lelaki paruh baya yang tidak pernah mengenyam bangku pendidikan ini langsung mengucap syukur dan terima kasih kepada walikota.

“Alhamdulillah ya Allah, terima kasih pak, sudah dibantu dibuatkan rumah,” ujar Amri sedikit terbata sesaat setelah menjabat tangan Walikota Payakumbuh.

Bersama istri dan dua anaknya, Amri mengaku sangat bersyukur, karena selama ini tinggal dirumah kayu yang sudah tua dan lapuk. “Kami sudah tinggal kurang lebih 17 tahun disini pak, bahkan dua anak kami lahir dirumah lama ini,” ujar Amri dan istri.

Menanggapi itu, Walikota Payakumbuh mengaku terharu sekaligus mengajak Amri dan keluarga untuk terus bersyukur. Pihaknya juga meminta maaf karena bantuan bedah rumah baru bisa terealisasi pada akhir tahun anggaran 2018 ini.

“Saya mohon maaf, karena baru sekarang bisa membedah rumah pak Amri, sebetulnya pengusulan sudah lama, cuma karena terkendala kepemilikan tanah, maka kita tunggu dulu sampai pengurusan selesai, baru bisa kita bedah. Ini adalah Rumah Kita,” ujar Walikota Riza Falepi.

Dikatakan, terlaksananya proses bedah rumah tersebut berkat partisipasi banyak pihak termasuk partisipasi warga setempat. Dirinya berharap kiat demikian bisa membudaya dikalangan masyarakat Kota Payakumbuh. Kamis (10/1).

“Untuk membedah rumah ini kita urutkan ada dari dana taktis kami selaku walikota, dari Baznas, BNI, dan juga masyarakat. Ini yang menarik dari bedah rumah ditempat kita, membagun dengan kebersamaan dan gotong royong, maka tak salah program bedah rumah kita termasuk yang terbaik di nasional. Banyak daerah lain studi banding kedaerah kita,” ucap Walikota sembari mengucapkan terima kasih kepada warga Payakumbuh yang sudah berpartisipasi.

Selama memimpin Payakumbuh, Walikota Riza Falepi telah membedah hampir 2000 rumah warga kurang mampu. Disamping bersumber dari APBD, dana bedah rumah juga berasal dari bantuan pemerintah pusat.

“InsyaAllah tahun 2019 ini kita akan membedah sekitar 300 an rumah tidak layak huni dimana sebanyak 100 rumah dananya bersumber dari APBD. Masing masing akan memperoleh bantuan stimulan sebesar Rp.17,5 juta, dan biasanya total nilai swadaya hingga rumah selesai rata rata menyedot anggaran Rp. 30 juta. Hal inilah yang membuat program bedah rumah kita terbaik nasional,” jelas Walikota Riza Falepi.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari Pimpinan BNI Payakumbuh kepada Walikota untuk diteruskan kepada Amri senilai Rp. 7 juta untuk kelanjutan pembangunan rumah tersebut. Turut mendampingi Asisten III, Rida Ananda, Kadis Perkim, Marta Minanda, Camat Latina David dan sejumlah perwakilan OPD Kota Payakumbuh. (Aditya Denura—Wartawan Bijak Online).